Teddy Bela Intensitas Kunjungan Luar Negeri Prabowo, Ini Alasannya!
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya buka suara soal intensitas kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto yang dinilai sebagian pihak terlalu sering. (Disway.id/Anisha)-disway.id/anisha aprilia-
BACA JUGA:Prabowo-Macron Bahas Kerjasama Pertahanan dan IEU-CEPA Dalam Pertemuan di Paris
BACA JUGA:Presiden Prabowo Subianto Hadiri Jamuan Santap Malam Kenegaraan di Istana Élysée
Selain itu, ia menyinggung akses pasar yang lebih luas ke Eropa melalui kesepakatan perdagangan yang disebut berhasil mencapai titik penting setelah dirintis selama bertahun-tahun.
Di sektor ekonomi, Teddy mengklaim diplomasi Presiden Prabowo turut mendorong masuknya investasi dalam jumlah besar ke Indonesia. Ia menyebut total investasi yang masuk dalam satu setengah tahun terakhir mencapai sekitar Rp2.430 triliun.
"Kemudian contoh konkret lagi nih, bulan lalu Presiden Prabowo ke Jepang dan Korea, kembali langsung ada investasi sekitar Rp575 triliun," ungkapnya.
BACA JUGA:Prabowo Instruksikan Sekolah di Indonesia Ajarkan Bahasa Prancis, Ini Alasannya!
Alutsista hingga Haji Jadi Sorotan
Teddy juga menyoroti penguatan alat utama sistem persenjataan (alutsista) Indonesia yang disebut terwujud melalui kerja sama dengan berbagai negara mitra.
"Kemudian yang keempat, sekarang kita punya alat pertahanan yang kuat sekarang, ya. Dan itu dari banyak sekali negara: Prancis, Amerika, Rusia, Cina, Inggris, Eropa, banyak negara," imbuhnya.
Selain sektor pertahanan, ia menilai diplomasi Indonesia juga berdampak pada pelayanan ibadah haji. Menurut Teddy, pemerintah berhasil memperkuat kerja sama dengan Arab Saudi sehingga pelaksanaan haji berjalan lebih baik.
BACA JUGA:Soal Sapi Kurban Prabowo dari APBN, Menag: Saat Iduladha Tidak Boleh Ada Orang Kelaparan
BACA JUGA:Qodari Respons soal Amien Rais Tuduh Gay terhadap Seskab Teddy
Bahkan, Indonesia disebut menjadi satu-satunya negara yang memiliki kawasan perkampungan haji di Arab Saudi setelah adanya penyesuaian regulasi dari pemerintah setempat.
"Saudi sendiri mengubah undang-undangnya agar suatu negara mempunyai lahan di situ untuk digunakan oleh jemaah haji," paparnya.
Diplomasi Indonesia untuk Palestina
Terkait isu Palestina, Teddy menegaskan Indonesia terus aktif memberikan dukungan kemanusiaan melalui berbagai jalur. Mulai dari pengiriman bantuan logistik, kapal rumah sakit, hingga penyediaan beasiswa pendidikan bagi pelajar Palestina.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: