KPK OTT di Imigrasi Jakarta Barat, Sita Uang Valas hingga Logam Mulia
Gedung Merah Putih KPK.-disway.id-
HARIAN DISWAY - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Kepala Kantor Imigrasi Jakarta Barat Ronald Arman Abdullah dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang berkaitan dengan pengurusan warga negara asing, Rabu, 3 Juni 2026.
Tim penindakan KPK membawa sejumlah pihak yang terjaring operasi tersebut ke Gedung Merah Putih KPK di Jakarta Selatan pada Rabu siang. Selain para pihak yang diamankan, penyidik juga membawa sejumlah barang bukti yang diduga terkait dengan perkara yang sedang ditangani.
Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto membenarkan bahwa operasi senyap tersebut berkaitan dengan proses pengurusan warga negara asing. Namun, ia belum dapat mengungkap lebih rinci mengenai identitas para pihak yang diamankan karena proses penyelidikan masih berlangsung.
“Yang pasti terkait pengurusan WNA,” kata Fitroh.
BACA JUGA:KPK Ungkap Identitas Empat Tersangka Korupsi Pembangunan Gedung Pemkab Lamongan
BACA JUGA:KPK Segera Tahan Dua Tersangka Baru Kasus Korupsi Kuota Haji 2023-2024
Menurut informasi yang dihimpun, selain pejabat Imigrasi, KPK turut mengamankan sejumlah pihak lain yang diduga memiliki keterkaitan dengan perkara tersebut. Seluruh pihak yang diamankan masih menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengungkapkan bahwa Ronald Arman Abdullah merupakan salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tersebut. Selain itu, KPK juga mengamankan belasan orang lainnya untuk dimintai keterangan.
“Salah satunya itu,” kata Budi saat dikonfirmasi mengenai penangkapan Ronald Arman Abdullah di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.
Dalam operasi tersebut, penyidik menyita sejumlah barang bukti berupa kendaraan bermotor, uang tunai, valuta asing, serta logam mulia. Barang bukti tersebut kini diamankan untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.
BACA JUGA:KPK Periksa Plt Wali Kota Madiun Terkait Dugaan Permintaan Dana CSR
BACA JUGA:KPK Dalami Dugaan Pemerasan Bermodus Dana CSR oleh Wali Kota Madiun Nonaktif Maidi
“Dan juga barang bukti yang diamankan ada kendaraan, mobil, motor, dan juga barang bukti dalam bentuk uang tunai, valas ada USD dan SGD, dan juga ada dalam bentuk logam mulia emas,” ujar Budi.
KPK menyebut operasi tangkap tangan tersebut masih terus berkembang. Sejumlah tim penyidik masih bergerak di lapangan untuk menelusuri pihak-pihak lain yang diduga terlibat dalam perkara tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: