Honda Suntik Upgrade Instan Aston Martin Jelang GP Monako 2026

Honda Suntik Upgrade Instan Aston Martin Jelang GP Monako 2026

Shintaro Orihara, Manajer unit daya Honda F1, saat berada di GP Jepang 2026--Twitter Ruben Canales @RubCanales


Persiapan balapan utama Grand Prix Miami 2026, di garasi tim Aston Martin Aramco--Twitter Dani Mendiola @DannyMendiola

​"Kami perlu menemukan spesifikasi pendinginan yang tepat. Kami bekerja sama erat dengan pemasok bahan bakar Aston Martin, Aramco, untuk memastikan unit daya tetap optimal, baik dalam kondisi clean air maupun saat terjebak kemacetan traffic yang sering terjadi di sini." Tambahnya

Rencana Upgrade Jangka Panjang

​Di saat fokus jangka pendek tertuju pada driveability, proyek jangka panjang Honda untuk peningkatan mesin konvensional akan berpusat pada optimalisasi pembakaran (combustion) dan pengurangan gesekan (friction).

​"Kami tahu area mana yang harus ditingkatkan. Contohnya di sisi pembakaran, kami punya beberapa ide baru dan sudah melihat sinyal positif pada data dyno," ujar Orihara.

​"Selain itu, kami harus mengurangi gesekan untuk mendongkrak performa. Daftar target itulah yang ada di pabrik saat ini. Begitu parameter tersebut terpenuhi, kami akan melangkah ke fase pengembangan berikutnya." Pungkasnya. 

BACA JUGA:FIA Resmi Larang Aerodinamika Aktif di GP Monaco, Insinyur F1 Putar Otak!

BACA JUGA:Mercedes Memanas! Toto Wolff Bakal Rem Persaingan Russell vs Antonelli Sebelum Telat

​Terkait linimasa peluncuran komponen baru tersebut, Orihara menambahkan: "Pengembangan mesin adalah proyek jangka panjang, tetapi tidak akan memakan waktu sampai akhir musim. Katakanlah sekitar summer shutdown (jeda musim panas), kami menargetkan beberapa peningkatan sudah bisa terlihat," kata Orihara. 

Di sisi lain, FIA saat ini tengah menggodok proposal untuk mengubah rasio daya motor listrik dan mesin pembakaran (ICE) dari 50:50 menjadi mendekati 60:40. Namun, wacana ini belum mendapat dukungan bulat dari para produsen unit daya.

​Menanggapi hal ini, Honda memilih bersikap netral. Orihara menegaskan tugasnya tidak akan berubah apa pun keputusan FIA nantinya.

​"Dari segi performa, arah kami tetap sama. Kami harus meningkatkan efisiensi pembakaran, tidak peduli rasionya 60:40 atau 50:50. Fokus kami adalah menyempurnakan combustion," kata Orihara. 

​"Jika laju aliran bahan bakar (fuel flow rate) ditingkatkan tahun depan, kami tinggal melakukan kalibrasi tambahan. Namun, arah pengembangannya tidak berubah." Tambahnya

"Kami akan terus menekan tahun ini, dan hasil ini akan langsung terhubung dengan cetak biru mesin musim depan. Meski demikian, dari sisi reliabilitas, tantangannya akan jauh lebih berat jika laju aliran bahan bakar ditingkatkan. Itulah poin paling menantang dari perubahan regulasi ini," jelas Orihara.

​Hingga menjelang GP Monaco 2026, Aston Martin bersama Cadillac menjadi dua tim yang masih terdampar di papan bawah klasemen konstruktor sementara tanpa raihan poin. Seri Monaco akhir pekan ini akan menjadi ujian masif bagi pembuktian paket mesin anyar Aston Martin-Honda.(*) 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: