Pertumbuhan Ekonomi RI 5,29 Persen, Qodari: Bukan Sekadar Solid tapi Berkualitas

Pertumbuhan Ekonomi RI 5,29 Persen, Qodari: Bukan Sekadar Solid tapi Berkualitas

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari Menjelaskan pertumbuhan ekonomi kuartal II.-Bakom RI-

JAKARTA, HARIAN DISWAYEkonomi Indonesia tumbuh 5,29 persen secara tahunan pada kuartal II 2026.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari menilai capaian tersebut menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang tidak hanya kuat dari sisi angka, tetapi juga mulai dirasakan melalui perbaikan kondisi sosial masyarakat.

Menurut Qodari, kualitas pertumbuhan ekonomi dapat dilihat dari sejumlah indikator sosial yang ikut membaik.

Data BPS yang dikutipnya mencatat sekitar 430 ribu orang keluar dari kategori miskin dalam periode September 2025 hingga Maret 2026.

Di sisi ketenagakerjaan, jumlah pengangguran juga disebut mengalami penurunan. Data BPS menunjukkan tingkat pengangguran terbuka berkurang sekitar 24 ribu orang pada periode Februari hingga Mei 2026.

“Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak hanya solid secara angka, tetapi juga semakin berkualitas dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Qodari dalam keterangan resminya, Senin, 10 Agustus 2026.

BACA JUGA:Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,29 Persen, Airlangga: Pariwisata Jadi Motor Penggerak Ekonomi

BACA JUGA:Ekonomi Indonesia Triwulan I-2026 Tumbuh Solid 5,61 Persen, Melampaui Capaian Tahun Lalu
Qodari menilai capaian tersebut turut dipengaruhi kemampuan pemerintah menjaga stabilitas ekonomi di tengah tekanan eksternal.

Hal itu tercermin dari kinerja sejumlah komponen yang membentuk Produk Domestik Bruto (PDB).

Konsumsi rumah tangga, misalnya, tumbuh 5,06 persen secara tahunan. Menurut Qodari, kondisi tersebut menunjukkan aktivitas konsumsi masyarakat masih terjaga.

Ia mengaitkan kondisi tersebut dengan sejumlah kebijakan pemerintah, termasuk keputusan mempertahankan harga BBM bersubsidi. Program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih juga dinilai memberikan dampak lanjutan terhadap aktivitas ekonomi.

Sementara itu, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh 6,87 persen. Qodari melihat pertumbuhan investasi tersebut sebagai sinyal bahwa Indonesia masih memiliki daya tarik bagi investor meski situasi geopolitik global belum sepenuhnya stabil.

BACA JUGA:Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal 1 2026

BACA JUGA:Ekonomi Indonesia jika Konflik India-Pakistan Berlanjut

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: