1 Juni, 1 Oktober, 1 Maret

1 Juni, 1 Oktober, 1 Maret

ILUSTRASI 1 Juni, 1 Oktober, 1 Maret.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway -

Jokowi? Di eranya, perayaan 1 Oktober kendur. Film G-30-S/PKI yang bertahun-tahun jadi tayangan ”wajib” hilang dari peredaran. Masih di era Jokowi, nama Soeharto tak tercantum sebagai pelaku sejarah dalam Keppres Hari Penegakan Kedalutan Negara untuk memperingati Serangan Oemoem 1 Maret. 

Padahal, dalam sejarah yang ditulis era Orba  serta film Janur Kuning, Soeharto-lah yang memimpin serangan ke markas Belanda di Yogyakarta. Tapi, dalam keppres Jokowi, nama yang tercantum paling berperan adalah Sri Sultan dan Panglima Soedirman.

Suasana era Jokowi tak lepas dari batin politik Megawati. Jakowi jadi presiden sebagai kader PDIP. Sekarang peta politik sudah berubah. Keduanya berseberangan.

Dari momen perayaan hari nasional  itu, dapat terbaca peta komunikasi para elite. Komunikasi masih ada yang beku,  sementara damai tidaknya negeri ini sangat ditentukan oleh kehangatan hubungan mereka. 

Sejatinya, hitam putihnya politik dan suasana negeri ini cuma ditentukan Prabowo-Megawati-SBY-Jokowi. Keempatnya sama-sama punya partai, sama-sama punya pendukung fanatik. 

Satu lagi, yakni Jusuf Kalla. Mantan wakil presiden dua kali itu layak  dimasukkan klub super-elite itu. JK saat ini memang tidak mengendalikan partai politik, tapi mantan ketum Golkar tersebut masih punya jaringan kuat di situ. 

Ia juga mengendalikan sejumlah organisasi terkemuka. Misalnya, Palang Merah Indonesia (PMI) dan Dewan Masjid Indonesia (DMI). Tokoh luar Jawa itu juga selalu direpresentasikan sebagai tokoh Indonesia Timur.

Dalam konfigurasi kelima super-elite itu, Prabowo bisa ditempatkan di tengah. Sebab, presiden ke-8 itulah yang dekat dengan keempat tokoh lain. Tidak ada halangan komunikasi. Dan, semua punya sejarah pribadi dengan Prabowo.

Mega yang memulangkan Prabowo yang saat itu mengungsi ke Yordania.  Tanpa jaminan Mega sebagai presiden, Prabowo sulit kembali ke tanah air. Kekompakan keduanya berlanjut sempat capres-cawapres. Walaupun kalah.

Prabowo juga punya utang budi ke Jokowi. Dukungan politik Jokowi menjadi faktor signifikan memenangkan pilpres.

Prabowo dan SBY juga sangat akrab, mereka di Akmil satu tahun masuk. Hal-hal penting, Prabowo beberapa kali menjadikan SBY partner diskusi pertama.

Dengan JK, Prabowo juga tak ada kendala komunikasi. Mereka juga sama-sama jadi pengusaha.

Baru hebat, bila Prabowo bisa menghadirkan para tokoh itu dalam acara yang sama. Menghilangkan sekat-sekat yang membuat hubungan mereka akrab. Hadir bersama, apakah di 1 Juni, 1 Oktober, 1 Maret, atau 17 Agustus. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: