Evolusi Cesc Fabregas: Cetak Sejarah di Como, Jadi Incaran Barcelona
Cesc Fabregas sukses bertransisi dari gelandang genius juara dunia menjadi pelatih muda ambisius yang kini memimpin proyek Serie A bersama Como.--Getty Images
HARIAN DISWAY - Otak jenius Cesc Fabregas saat aktif bermain kini menjadi magis di pinggir lapangan. Keberhasilannya membawa Como promosi ke Serie A dan lolos ke kompetisi Eropa sukses memicu perhatian mantan klubnya, Barcelona.
Strategi menyerangnya dinilai ideal untuk era baru Catalan. Transformasi ini membuktikan Fabregas sukses menjalani dua kehidupan sepak bola. Dulu ia adalah gelandang kreatif dengan visi luar biasa.
Usai pensiun, ia memilih merintis karier pelatih dari bawah hingga kini namanya diperhitungkan sebagai arsitek muda paling menjanjikan di Eropa.
Mentalitas berani merintis karier ini sebenarnya sudah melekat sejak remaja. Terbukti saat ia nekat meninggalkan kenyamanan akademi La Masia demi mengejar menit bermain di tim utama luar negeri. Simak perjalan karir Fabregas ini.
Meninggalkan La Masia demi Mengejar Kesempatan

Pindah ke Arsenal pada usia 16 tahun, Fabregas berkembang pesat menjadi kapten sekaligus jenderal lini tengah andalan Arsene Wenger.--Starting Eleven
Fabregas lahir di Arenys de Mar, Spanyol, pada 4 Mei 1987. Bakat sepak bolanya mulai terlihat ketika bergabung dengan akademi terkenal Barcelona, La Masia.
Di sana, ia sempat satu angkatan dengan sejumlah pemain yang kelak menjadi tulang punggung generasi emas Barcelona dan Timnas Spanyol, seperti Xavi, Andres Iniesta, dan Sergio Busquets.
Namun, jalan karier Fabregas berbeda. Pada usia 16 tahun, ia memutuskan meninggalkan Barcelona dan menerima tawaran Arsenal.
BACA JUGA:Sukses di Como 1907, Cesc Fabregas Diincar Barcelona Gantikan Hansi Flick
BACA JUGA:Fabregas Tegaskan Como Ingin Pertahankan Nico Paz, Minta Real Madrid Bersabar
Keputusan tersebut cukup mengejutkan karena La Masia saat itu dianggap sebagai tempat terbaik untuk berkembang. Akan tetapi, Fabregas melihat peluang bermain di tim utama Arsenal lebih terbuka dibandingkan bertahan di Barcelona.
Bersama Arsenal, perkembangan Fabregas berlangsung sangat cepat. Arsene Wenger memberinya kepercayaan besar dan menjadikannya salah satu pemain termuda yang pernah tampil untuk tim utama.
Dalam beberapa musim, ia berkembang dari pemain muda berbakat menjadi jenderal lini tengah The Gunners.
Kemampuan mengatur ritme permainan, akurasi umpan, serta kecerdasannya membaca ruang membuat Fabregas menjadi salah satu gelandang terbaik Premier League.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: berbagai sumber