Prabowo-No-Mics
ILUSTRASI Prabowo-No-Mics.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway -
Pergerakan pasar dipengaruhi kondisi ekonomi global, suku bunga AS, harga komoditas, arus modal asing, kondisi fiskal Indonesia, dan sentimen geopolitik.
Kendati begitu, persepsi investor memang penting. Jika pidato dianggap menimbulkan ketidakpastian, pasar dapat bereaksi negatif meskipun faktor lain juga berperan.
Kritik muncul karena dalam beberapa pidato Prabowo terlalu banyak menonjolkan program baru, kurang menjelaskan sumber pembiayaan, kurang memberikan detail implementasi, dan menimbulkan kekhawatiran mengenai disiplin fiskal.
Karena itu, kemudian muncul lagi isu reshuffle. Menkeu Purbaya dianggap ugal-ugalan dan tidak punya disiplin fiskal. Katanya, pasar rindu akan kebijakan ekonomi yang pelit ala emak-emak seperti yang selama ini diterapkan Sri Mulyani.
Maka, nama Chatib Basri pun diisukan muncul sebagai kandidat. Chatib membantah. Tapi, spekulasi tidak berhenti. Sekarang muncul nama Budi Gunadi Sadikin. Basisnya ia bankir. Tapi, dianggap sukses menjadi menteri kesehatan. Sekarang diisukan akan menjadi menteri keuangan.
Tapi, Purbaya kelihatannya masih kuat. Setidaknya ia masih senyum-senyum meski sudah agak berkurang. Purbaya tidak populer di mata pasar. Tapi, populer di mata publik.
Namanya sudah masuk ke bursa calon wakil presiden. Prabowo mungkin menghitung faktor itu kalau hendak melakukan kocok ulang lagi. Alih-alih menghasilkan ketenangan, malah muncul gejolak dan ketidakpastian baru.
Ada joke di kalangan pelaku pasar. Investor itu laksana cewek cantik. Ia suka bunga, suka cokelat, suka traveling, suka kuliner, suka shopping. Namun, di antara semua kesukaan itu, hanya ada satu yang paling dia suka, yaitu kepastian.
Meski tiap hari dimanja dengan berbagai hal yang menjadi kesukaannya, tapi kalau tidak diberi kepastian, si cewek akan lari. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: