Barcelona Laporkan Florentino Perez Soal Pencemaran Nama Baik
Barcelona resmi menggugat Florentino Perez atas dugaan pencemaran nama baik terkait tuduhan kecurangan gelar La Liga dan sengketa kasus perwasitan.-NurPhoto-Getty Images
Langkah hukum Barcelona membuat hubungan kedua klub raksasa Spanyol tersebut semakin panas. Presiden Barcelona, Joan Laporta, dan wakil presiden Rafa Yuste sebelumnya juga sudah secara terbuka mengecam ucapan Perez.
Mereka menilai tuduhan yang disampaikan presiden Real Madrid itu tidak memiliki dasar kuat dan hanya memperkeruh suasana sepak bola Spanyol. Situasi semakin memanas setelah muncul laporan bahwa Perez telah mengirim dokumen ke UEFA.
Dalam laporan yang dikirim pada 8 Juni 2026 itu, Real Madrid disebut meminta UEFA memberikan sanksi berat kepada Barcelona. Termasuk kemungkinan pencabutan gelar dan larangan tampil di kompetisi Eropa.

Florentino Perez terancam sanksi hingga 2 tahun usai tuduh wasit Spanyol korup dan klaim gelar liga Madrid dicuri, memicu laporan resmi dari serikat wasit.--AFP
Kasus Negreira sendiri memang masih menjadi isu sensitif di Spanyol. Barcelona selalu membantah melakukan suap kepada Jose Maria Negreira, mantan wakil presiden komisi teknis wasit Spanyol sejak 2001 sampai 2018.
BACA JUGA:Pep Guardiola Ngefans Hansi Flick, Terkesan Gaya Bermain Barcelona!
BACA JUGA:Barcelona Terbuka Lepas Marc Casado, Tak Masuk Skema Hansi Flick!
Di sisi lain, pernyataan Perez memicu reaksi keras dari pendukung Barcelona yang merasa klub mereka terus diserang secara terbuka oleh rival abadinya.
Kini perhatian publik tertuju pada langkah berikutnya dari kedua pihak. Barcelona tampak serius membawa persoalan ini ke jalur hukum jika Perez tidak mencabut ucapannya.
Perseteruan itu juga menambah panas rivalitas El Clasico yang selama ini sudah dikenal penuh tensi. Baik di dalam maupun luar lapangan. Meski musim baru belum dimulai, hubungan Barcelona dan Real Madrid sudah kembali memanas.
Konflik antara dua klub terbesar Spanyol itu diperkirakan masih akan terus menjadi perhatian dalam beberapa bulan ke depan, terutama jika kasus hukum benar-benar berlanjut ke pengadilan. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: berbagai sumber