Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah dan Bagikan Bendera di Surabaya
Gubernur Khofifah membagikan makanan kepada anak-ank yang mengunjungi pasar murah-Humas Pemprov Jatim-
SURABAYA, HARIAN DISWAY – Jelang HUT Kemerdekaan RI, Pemerintah Provinsi Jawa Timur memperluas pelaksanaan Pasar Murah. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menggelar Pasar Murah di dua titik permukiman Kota Surabaya, Minggu, 16 Agustus 2026.
Dua lokasi tersebut yakni kawasan Krembangan Bhakti, RW 2, Kelurahan Kemayoran, Kecamatan Krembangan, dan halaman SMA Khadijah Surabaya. Selain pasar murah, kegiatan tersebut dirangkai dengan pembagian Bendera Merah Putih kepada masyarakat.
Gubernur Khofifah mengatakan pasar murah merupakan bentuk intervensi pemerintah untuk menjaga daya beli. Selain itu, upaya mengendalikan inflasi di daerah.
Karena itu, pelaksanaannya perlu didekatkan dengan masyarakat. Utamanya, di kawasan permukiman.
BACA JUGA:Hari Pramuka ke-65, Khofifah Dorong Pramuka Jadi Penggerak Swasembada Pangan

Ratusan warga menerima bendera merah putih dari Khofifah-Humas Pemprov Jatim-
“Pengendalian inflasi harus kita rasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat,” ujar Khofifah.
Pemenuhan kebutuhan pangan dengan harga terjangkau juga menjadi bagian dari penerapan nilai-nilai kemerdekaan. Gubernur Khofifah mengaitkannya dengan amanat Pancasila, khususnya sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
Pada Pasar Murah tersebut, Pemprov Jatim menyediakan sedikitnya 10 komoditas pangan strategis. Antara lain, beras premium dijual Rp14 ribu per kilogram dan beras medium Rp11 ribu per kilogram.
Kemudian, minyak goreng Rp13 ribu per liter, telur ayam ras Rp20 ribu per pak, tepung terigu Rp10 ribu per kilogram, dan gula pasir Rp14 ribu per kilogram.
BACA JUGA:Khofifah Terima Bintang LVRI, Perjuangan Kini Melawan Hoaks dan Kemiskinan
BACA JUGA:Gubernur Khofifah Raih Penghargaan Tertinggi PGRI, Pendidikan Jatim Jadi Sorotan
Komoditas lain yang tersedia yakni bawang putih dan bawang merah masing-masing Rp6 ribu per 250 gram, cabai Rp5 ribu per 200 gram, serta daging ayam ras Rp30 ribu per pak.
Gubernur perempuan pertama di Jawa Timur itu mengatakan pasar murah tidak hanya bertujuan menjaga harga. Masyarakat diharapkan memperoleh kebutuhan pokok dengan lebih mudah karena lokasi penjualan berada dekat dengan tempat tinggal mereka.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: