'Tanaman' Gubernur Khofifah Indar Parawansa di Kampus Al-Azhar Tumbuh Subur
ILUSTRASI 'Tanaman' Gubernur Khofifah Indar Parawansa di Kampus Al-Azhar Tumbuh Subur.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-
BUKANLAH Khofifah bila tidak kerja secara terukur dan berani. Bukan dia kalau tak bisa membuat gebrakan, walau kali ini dalam sunyi, tak terpantau awam. Sejak 2021, gubernur Jatim dan tokoh Muslimat NU itu cukup senyap bergerak, memfasilitasi menanam 123 mahasiswa asal Jawa Timur tingkat sarjana dan pascasarjana di Al-Azhar, Mesir. Mereka mulai semerbak, menuai hasil.
Tanaman kader itu belum temasuk lulusan beasiswa S-2 dan S-3 Pemprov Jatim yang telah selesai studi di kampus perguruan Islam di Jawa Timur. Inisiasi Khofifah itu coba ditiru beberapa provinsi lain, lewat studi banding.
Ratusan alumnus, tanaman akademik Islami ala Khofifah, telah masuk ke level kepemimpinan kampus, menguatkan kelembagaan ponpes, menjadi pimpinan lembaga organisasi keagamaan dan diniyah serta lembaga publik secara mulus. Akarnya kuat, buahnya manis walau ini belum banyak dirasakan hanya karena kontribusi akademik itu biasanya sunyi.
BACA JUGA:Gubernur Khofifah Dorong UPT Batu Jadi Pusat Penggerak Utama Sapi Perah Jawa Timur
BACA JUGA:Kemarau Panjang, Khofifah Gelar Pasar Murah di Kedungdung, Sampang
Akademik itu selalu bermakna walau tanpa ingar bingar seperti musik ekonomi dan tak berisik seperti politik.
Bak tanaman anggur yang menyegarkan atau hamparan sawah hijau kebudayaan Islam, kader-kader Jatim sudah tumbuh dan berbuah segar itu mendalam seperti akar yang menguatkan batang, buah, dan ranting.
Sebagian besar mahasiswa yang saya wawancarai di kampus Azhar tak hanya kuat kitab-kitab klasik, sebagian mereka adalah juara di kampusnya di Azhar dan kompetisi internasional yang diikuti dengan kriteria dan persaingan secara ketat. Mereka sering juara. Bahkan, mahasiswa Jatim sudah naik kelas menjadi juri di ajang internasional
Tak disangka, nama Jawa Timur mulai harum di Mesir. Mesin game changing, best policy itu bergerak diisi oleh kader muda, calon kiai dari pelosok Jatim dan dari ponpes-ponpes rata-rata salaf dengan bahasa Arab yang istimewa.
BACA JUGA:Gubernur Khofifah Takziah ke Keluarga Korban KM Virgo, Siapkan Pendidikan untuk Cucu Almarhum
BACA JUGA:Gubernur Khofifah Dorong SIER Genjot Kinerja dan Investasi Jatim
Tentu hal tersebut juga disumbangkan oleh ponpes-ponpes yang mengirimkan mahasiswa secara mandiri seperti Ponpes Darussalam Gontor, Ponpes Amanatul Ummah, Ponpes DALWA Bangil, dan belasan lainnya.
Tanaman kader Al-Azhar itu adalah calon ulama dunia Islam baru –yang oleh Grand Syeikh Azhar Ahmad Thayeb– bisa memengaruhi arus kader muslim moderat yang gigih, ulama yang sufi mandiri dan berprestasi serta ”menolong agama Allah”.
Ahmad Thayeb –dari beberapa kutipan fatwanya dari berbagai pidato– ”yakin bahwa hanya dengan cara menanam buah segar, menguatkan tanaman kader muslim nomor wahid yang jumlahnya lebih banyak, dunia muslim bisa tertolong dari kebodohan modern”.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: