Laba Bersih PTK Melonjak 23 Persen, Tembus Rp1,32 Triliun pada 2025
PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 di Jakarta, Senin 15 Juni 2026. -Humas Pertamina-
Tidak hanya dari sisi bisnis, PTK juga menunjukkan peningkatan dalam penerapan tata kelola perusahaan. Pada 2025, perusahaan meraih skor Good Corporate Governance (GCG) sebesar 89,46 atau berada pada kategori Sangat Baik.
Capaian tersebut didukung penguatan sistem pengendalian internal, fungsi audit internal, kepatuhan perusahaan, budaya integritas, manajemen risiko, hingga implementasi Anti-Bribery Management System.
Di bidang keselamatan dan lingkungan, PTK berhasil mempertahankan catatan Zero Fatality dan Zero Oil Spill sepanjang Tahun Buku 2025.

PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) berhasil membukukan pertumbuhan laba bersih dua digit sepanjang tahun buku 2025. -Humas Pertamina-
Perusahaan juga menjalankan berbagai program keberlanjutan melalui konsep Green Port, Green Building, penanaman mangrove di kawasan pesisir, pemberdayaan masyarakat pesisir, hingga pengelolaan lingkungan operasional yang berkelanjutan.
“Hal ini menunjukkan komitmen kuat seluruh insan PTK dalam membangun budaya keselamatan kerja, keamanan operasi, dan perlindungan lingkungan yang berkelanjutan,” ujar Eko.
Menghadapi tahun 2026, PTK akan terus memperkuat daya saing bisnis dengan mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, dan operational excellence. Perusahaan juga berkomitmen mempercepat penerapan teknologi rendah karbon di sektor pelayaran serta memperluas digitalisasi pada berbagai proses bisnis.
“PTK senantiasa menghadirkan layanan maritim yang profesional, unggul, dan berdaya saing guna mendukung keberlanjutan bisnis serta ketahanan energi nasional,” tegas Eko.
Sebagai perusahaan logistik energi maritim, PTK saat ini mengoperasikan layanan yang terintegrasi mulai dari Support Vessel Provider, Marine Service, Port Operations Services hingga Shorebase. Tingkat keandalan layanan perusahaan juga tercatat di atas 99 persen, yang menjadi indikator penting dalam mendukung distribusi energi nasional secara aman dan tepat waktu. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: