Profil Vozinha, Kiper Cape Verde yang Bikin Spanyol Frustasi di Piala Dunia 2026
Sempat diremehkan saat muda, kiper GD Chaves berusia 40 tahun bernama asli Josimar Dias (Vozinha) sukses jadi sorotan dunia usai tahan imbang Spanyol.--AP
HARIAN DISWAY - Vozinha mungkin menjadi nama paling bikin kesal warga Spanyol. Bagaimana tidak? Kegigihannya di bawah mistar Cape Verde membuat para penyerang La Roja gagal mencetak sebiji gol pun dalam laga perdana Grup H Piala Dunia 2026.
Ya, dalam laga di Atlanta, Selasa dini hari WIB, 16 Juni 2026, Cape Verde menahan imbang Spanyol 0-0. Menghadapi juara dunia 2010 dan juara Eropa 2024, mereka benar-benar tak kenal takut.
Di usia 40 tahun lebih seminggu, Vozinha bagaikan tembok kukuh. Ia menjadi alasan utama Cape Verde mampu mencuri 1 poin dalam debut negeri mungil berpenduduk hanya 530 ribu, setara Tasikmalaya itu.
Tidak tanggung-tanggung, ia membuat tujuh penyelamatan super. Menggagalkan tendangan para striker Spanyol seperti Mikel Oyarzabal, Pedri, dan Ferran Torres. Juga Dani Olmo di babak kedua.
BACA JUGA:Spanyol vs Cape Verde 0-0, Hasil La Roja Meremehkan Debutan
BACA JUGA:Rodri Kesal Spanyol dengan Taktik Cape Verde, Vozinha Jadi Pahlawan
"Aku bekerja sepanjang hidupku untuk ini, untuk momentum ini, untuk mimpi ini," tutur Vozinha dengan penuh emosi, ketika diwawancarai Fox Sports. "Banyak generasi di masa lalu memimpikan hal ini. Mereka tidak berubah," imbuhnya.
"Sekarang, mimpi itu menjadi kenyataan. Kami semua ada di sini karena kami telah bekerja keras untuk berada di sini. Kami pantas berada di sini hari ini," lanjutnya, lantas berlinang air mata. Ia pun menerima gelar Man of the Match di laga tersebut.
Baru Pro di Usia 25 Tahun

Kiper veteran Vozinha jadi pahlawan Cape Verde lewat serangkaian penyelamatan gemilang demi mengamankan poin bersejarah dari Spanyol.-Patrick Smith-Getty Images
Vozinha terlahir dengan nama Josimar José Évora Dias di Mindelo, Cape Verde, 3 Juni 1986. Sebuah negara kecil kepulauan di Afrika Barat dengan fasilitas sepak bola yang terbatas.
Josimar dibesarkan oleh kakek dan neneknya sejak bayi. Ayahnya menjadi tentara, sedangkan ibunya sibuk bekerja demi memenuhi kebutuhan sehari-hari. Itu juga penyebab Vozinha menangis haru ketika menerima trofi MotM.
BACA JUGA:3 Negara Debutan di Piala Dunia 2026, Cape Verde Paling Keren
BACA JUGA:Daftar Negara Afrika yang Lolos Piala Dunia 2026: Maroko Pertama, Cape Verde Debutan
"Sayangnya kakek dan nenekku tidak ada di sini. Mereka meninggal beberapa tahun lalu," ungkapnya, sembari mengusap air mata. "Mereka adalah segalanya bagiku, segalanya bagi hidupku," tuturnya sedih.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: berbagai sumber