Unesa Belajar Strategi Pemeringkatan Global dari Hong Kong Polytechnic University

Unesa Belajar Strategi Pemeringkatan Global dari Hong Kong Polytechnic University

Universitas Negeri Surabaya (UNESA) memperkuat langkah strategis menuju peningkatan reputasi internasional melalui penjajakan best practice pemeringkatan global bersama The Hong Kong Polytechnic University (PolyU), salah satu universitas terbaik dunia, Ra-Humas Unesa-

HARIAN DISWAY - Universitas Negeri Surabaya (Unesa) memperkuat langkah strategis menuju peningkatan reputasi internasional melalui penjajakan best practice pemeringkatan global bersama The Hong Kong Polytechnic University (PolyU), salah satu universitas terbaik dunia, Rabu, 10 Juni 2026.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Unesa dalam mempercepat peningkatan daya saing institusi di tingkat internasional. PolyU saat ini menempati peringkat 54 dunia versi QS World University Rankings dan peringkat 80 dunia versi Times Higher Education (THE), yang menunjukkan kekuatan institusi tersebut dalam bidang riset, inovasi, internasionalisasi, dan dampak akademik global.

Delegasi UNESA dipimpin Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, Pemeringkatan, Publikasi dan Science Center Bambang Sigit Widodo. Turut mendampingi Direktur Inovasi, Pemeringkatan, dan Publikasi Ilmiah Nadi Suprapto, Kepala Sub Direktorat International Engagement and Grants Beni Setiawan, serta Kepala Seksi Data, Informasi, dan Pelaporan Pemeringkatan Luar Negeri Husni Mubarok.

Rombongan Unesa disambut Dekan College of Professional and Continuing Education, jajaran Senior Management Executives PolyU, serta para Academic Leaders dari Division of Languages and Communication di PolyU West Kowloon Campus. Pertemuan berlangsung hangat dan produktif dengan fokus pembahasan strategi penguatan pemeringkatan perguruan tinggi di tingkat global.

BACA JUGA:Mahasiswa Akuakultur Unesa Panen Lele Bioflok dan Promosikan Diversifikasi Pangan

BACA JUGA:Unesa Bagikan 35.000 Porsi Sarapan Gratis untuk Mahasiswa Selama UAS Juni 2026

Dalam diskusi tersebut, kedua institusi berbagi pengalaman dan praktik terbaik yang menjadi faktor keberhasilan universitas dalam pemeringkatan dunia. Topik yang dibahas meliputi peningkatan kualitas dan dampak riset, publikasi ilmiah bereputasi internasional, strategi internasionalisasi, pengelolaan data pemeringkatan yang terintegrasi, hingga penguatan reputasi akademik melalui kolaborasi global yang berkelanjutan.

UNESA menilai pengalaman PolyU sebagai universitas berperforma tinggi di tingkat dunia menjadi referensi penting dalam mempercepat strategi peningkatan pemeringkatan institusi. Pembelajaran tersebut mencakup aspek tata kelola, penguatan budaya riset, serta pembangunan ekosistem internasionalisasi yang kuat dan berkelanjutan.

Bambang Sigit Widodo menegaskan bahwa penjajakan ini merupakan langkah konkret UNESA menuju universitas berkelas dunia melalui pembelajaran langsung dari institusi yang telah berhasil menempati posisi strategis dalam pemeringkatan global.

“Penjajakan ini merupakan langkah nyata UNESA untuk memperkuat strategi menuju universitas berkelas dunia dengan mempelajari praktik terbaik dari institusi yang telah memiliki reputasi internasional yang kuat,” ujarnya.


Unesa memperkuat langkah internasionalisasi melalui penjajakan strategi pemeringkatan global bersama Hong Kong Polytechnic University.-Humas Unesa-

Senada dengan itu, Nadi Suprapto menegaskan bahwa pemeringkatan global tidak hanya berorientasi pada posisi peringkat semata. Menurutnya, aspek yang lebih penting adalah konsistensi peningkatan kualitas, dampak riset, serta penguatan jejaring kolaborasi internasional yang didukung data dan strategi yang terukur.

“Pemeringkatan global tidak hanya soal angka atau posisi, tetapi juga konsistensi dalam menjaga kualitas pendidikan, meningkatkan dampak riset, dan memperluas kolaborasi internasional secara berkelanjutan,” katanya.

Selain membahas strategi pemeringkatan, pertemuan tersebut juga membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara kedua institusi. Peluang tersebut mencakup riset kolaboratif, publikasi bersama, pertukaran akademisi, pengembangan kapasitas sumber daya manusia, hingga program internasional yang dapat memperkuat kualitas pendidikan tinggi di kedua universitas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: