Jelang Portugal vs RD Kongo di Piala Dunia 2026, Roberto Martinez Buka Suara Soal Isu Mundur
Roberto Martinez abaikan isu masa depannya demi fokus bawa Portugal petik poin penuh kontra Kongo di laga perdana Grup K Piala Dunia 2026.--Getty Images
HARIAN DISWAY - Pelatih Timnas Portugal, Roberto Martinez, menegaskan bahwa dirinya tidak ingin terganggu oleh berbagai spekulasi mengenai masa depannya bersama Selecao.
Menjelang laga perdana Grup K Piala Dunia 2026 melawan Republik Demokratik Kongo, Martinez menekankan bahwa seluruh perhatian tim saat ini hanya tertuju pada upaya meraih prestasi di turnamen tersebut.
Dalam beberapa hari terakhir, muncul laporan yang menyebut pelatih asal Spanyol itu akan meninggalkan jabatannya setelah Piala Dunia berakhir.
Namun Martinez memilih meredam isu tersebut dan menegaskan bahwa pembicaraan mengenai masa depannya bukanlah hal baru di Portugal.
“Bagi saya ini bukan berita baru. Kami sudah sering membahasnya di Portugal. Fokus kami tetap sama, yaitu melanjutkan pekerjaan yang telah dibangun selama tiga setengah tahun terakhir,” kata Martinez.
BACA JUGA:Portugal Bidik Sejarah Baru, Bruno Fernandes Bicara Soal Mimpi Juara Dunia
BACA JUGA:Fisiknya Dikritik, Cristiano Ronaldo Santai Jelang Laga Portugal vs Kongo

Roberto Martinez mengatakan --Instagram @abolapt
Sejak ditunjuk sebagai pelatih Portugal pada 2023, Martinez berhasil membawa tim meraih sejumlah hasil positif.
Pencapaian terbesarnya datang saat mengantarkan Portugal menjuarai UEFA Nations League 2025. Selain itu, ia juga membawa tim melaju hingga perempat final Euro 2024.
Martinez menilai keberhasilan tersebut menjadi bukti perkembangan Portugal dalam beberapa tahun terakhir. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa Piala Dunia memiliki tantangan yang berbeda dibanding kompetisi lainnya.
“Kami memenangkan Nations League setelah melalui pertandingan yang sangat berat. Namun Piala Dunia adalah turnamen yang berbeda dan kami harus membuktikan diri lagi dari awal,” ujarnya.
Menurut Martinez, target utama yang ia bawa sejak pertama kali menangani Portugal memang selalu mengarah pada Piala Dunia. Karena itu, ia tidak ingin perhatian tim terpecah oleh isu di luar lapangan.
“Ketika saya datang ke Portugal, tujuan utamanya adalah mempersiapkan tim untuk Piala Dunia. Sekarang kami sudah berada di sini dan fokusnya tetap sama: Piala Dunia adalah yang paling penting,” tambahnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: berbagai sumber