Prediksi Marc Marquez Soal Motor MotoGP 2027: Bakal Lebih Mudah Dikendarai, Tapi...

Prediksi Marc Marquez Soal Motor MotoGP 2027: Bakal Lebih Mudah Dikendarai, Tapi...

Michele Pirro, tunjukkan dua motor Desmosedici GP27 dengan desain fairing berbeda, pada pengujian tertutup di sirkuit Mugello, Senin, 4 Mei 2026--Twitter Flyin18T Motorsports @Flyin18T

HARIAN DISWAY- Era baru MotoGP resmi dimulai dari balik pintu tertutup Sirkuit Brno. Di saat jagat maya sibuk meramal nasib mesin baru 850cc untuk musim regulasi 2027, sang juara dunia bertahan, Marc Marquez, justru membalikkan semua asumsi awam.

Bukan soal pemangkasan tenaga atau hilangnya aerowings yang membuatnya penasaran, melainkan teka-teki karet bundar Pirelli yang siap menggeser dominasi Michelin.

Bagi The Baby Alien, revolusi terbesar tidak terletak pada raungan mesin, melainkan pada area kontak selebar kartu kredit yang mencengkeram aspal.

Sebuah pengujian super krusial dan tertutup (behind closed doors) baru saja digelar di Sirkuit Brno, Republik Ceko. Ini bukan sekadar tes biasa, melainkan cetak biru (blueprint) masa depan MotoGP untuk menyambut regulasi baru pada musim 2027.

​Di trek legendaris tersebut, prototipe mesin 850cc dan ban Pirelli untuk pertama kalinya dicicipi langsung oleh para pembalap reguler. Namun, ada satu sudut pandang (insight) menarik yang dilemparkan oleh sang juara dunia bertahan, Marc Marquez.

​Pembalap berusia 33 tahun itu memulai debutnya di kelas premier pada 2013 silam menggunakan motor Honda RC213V bertenaga 1000cc. Saat itu, kompetisi masih disokong oleh karet bundar asal Jepang, Bridgestone.

BACA JUGA:Balapan Pakai 'Satu Setengah Lengan', Marc Marquez Juara MotoGP Ceko 2026!

BACA JUGA:Kalahkan Ogura dan Pecco Bagnaia, Marc Marquez Juara MotoGP Ceko 2026!

​Bersama Bridgestone yang terkenal dengan daya cengkeram (grip) ban depan magisnya, Marc langsung merengkuh dua gelar juara dunia pertamanya pada musim 2013 dan 2014.

​Memasuki tahun 2016, peta kekuatan MotoGP dirombak total seiring pergantian pemasok ban tunggal ke pabrikan Prancis, Michelin, serta penyeragaman perangkat elektronik (Single ECU dari Magneti Marelli).

Hasilnya? Marc kembali membuktikan adaptabilitasnya yang luar biasa dengan menyabet lima mahkota juara kelas premier tambahan, empat kali bersama Repsol Honda dan satu gelar fenomenal tahun lalu bersama Desmosedici Ducati GP25, setelah penantian panjang selama lima tahun.

​Fokus Utama 'The Baby Alien' Bukan di Mesin

​Pada 2027 nanti, motor prototipe MotoGP akan memangkas kubikasi mesin menjadi 850cc, menghapus Ride Height Device (RHD), membatasi penggunaan aerodinamika, sekaligus beralih ke ban Pirelli.


Marc Marquez, saat konferensi pers pasca balapan GP Ceko 2026--Twitter Ruben Canales @RubCanales

​Namun, pemikiran The Baby Alien justru melompat melampaui asumsi awam. Marc secara gamblang menyatakan bahwa dirinya jauh lebih tertarik dan penasaran untuk memahami karakteristik kinerja dari ban Pirelli yang akan menggantikan Michelin.

“Apa yang saya ekspektasikan? Sulit untuk memahaminya sekarang, tapi mari kita lihat nanti. Secara teori di atas kertas, motor [850cc] akan menjadi motor yang lebih mudah dikendarai. Terutama karena tenaga mereka lebih kecil, dengan bobot yang juga sedikit lebih ringan,” ujar Marc Marquez jelang sesi tes Brno.

​“Namun, saya jauh lebih tertarik untuk memahami bagaimana ban Pirelli bekerja. Karena saya pikir perubahan terbesar ada pada ban, jauh lebih besar dampaknya ketimbang perubahan motor itu sendiri,” pungkasnya.

​Pernyataan Marc tersebut sangat masuk akal, dari sudut pandang teori dinamika kendaraan (vehicle dynamics). Motor sekuat atau seringan apa pun pada akhirnya hanya mengandalkan area kontak (contact patch) selebar kartu kredit antara karet ban dengan permukaan aspal.

BACA JUGA:Finis Ke-5 di Moto3 Ceko, Aksi Gila Veda Ega Pratama Jadi Sorotan Pengamat Eropa

BACA JUGA:Parah! Marco Bezzecchi Diskors dari MotoGP Ceko 2026, Ini Pemicunya

​Ketika pemasok ban berubah dari Michelin ke Pirelli, seluruh filosofi setelan (set-up) motor, distribusi bobot, cara pembalap melakukan trail-braking, hingga cara mereka membuka tuas gas (throttle) saat keluar tikungan (corner exit) dipastikan harus berubah total.

Detail Alokasi Ban Pirelli di Tes Brno

​Terlepas dari semakin ringannya motor prototipe 2027 dibandingkan monster 1000cc bertenaga hampir 300 hp, para pembalap kini tidak perlu terlalu ekstrem menguras fisik mereka, sebuah keuntungan bagi Marc yang baru saja bugar pasca-operasi bahu kanannya.

​Di sisi lain, dalam pengujian di Brno ini, Pirelli telah menyiapkan 15 ban per pembalap dengan konfigurasi tujuh ban depan dan delapan ban belakang. Berikut rincian karakteristik alokasinya:

  • Ban Depan: 3 kompon lunak (soft), 2 kompon sedang (medium), 1 ban hujan (wet), dan 1 ban intermediate—opsi yang kembali dihadirkan setelah sempat dihapus Michelin beberapa tahun lalu.
  • Ban Belakang: 1 kompon lunak (soft), 2 kompon sedang (medium), 2 kompon keras (hard), 2 ban hujan (wet), dan 1 ban intermediate.

​Tujuan utama pengujian ini adalah mengumpulkan data sebanyak mungkin dari para pembalap guna mengembangkan dan menyempurnakan jajaran ban masa depan. Selain pengujian kompon, simulasi Sprint Race juga direncanakan bergulir pada hari yang sama.

​Setelah Brno, tes resmi berikutnya akan berlangsung pada Senin setelah GP Austria (21 September) yang terbuka untuk tim privat, sebelum tes pramusim pertama 2027 digelar secara penuh pada 1 Desember di Valencia.

​Satu kelebihan utama seorang Marc Marquez adalah kemampuannya dalam menganalisis performa motor dan data balapnya sendiri. Dalam sekali tes di Jerez misalnya, Marc sudah bisa memetakan kebutuhan setelan motor untuk beberapa sirkuit berikutnya.

​Pengujian Brno menjadi momen pertama kalinya Marc Marquez menyentuh motor prototipe 2027. Data berharga dari The Baby Alien dipastikan akan menjadi patokan utama bagi Ducati dalam menyempurnakan Desmosedici GP27.(*) 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: