Lem Rajawali Hubungkan Mahasiswa Desain Interior dengan Industri dan Perajin Lewat Program KILAT

Lem Rajawali Hubungkan Mahasiswa Desain Interior dengan Industri dan Perajin Lewat Program KILAT

Lem Rajawali bersama Program Studi Desain Interior Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Gunadarma menggelar program Kolaborasi Industri dan Laboratorium Tengah (KILAT) untuk mempertemukan mahasiswa dengan pelaku industri dan perajin furnitur,-Humas Lem Rajawali-

HARIAN DISWAY - Lem Rajawali bersama Program Studi Desain Interior Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Gunadarma menggelar program Kolaborasi Industri dan Laboratorium Tengah (KILAT) untuk mempertemukan mahasiswa dengan pelaku industri dan perajin furnitur, Kamis, 25 Juni 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Kampus F7 Universitas Gunadarma, Ciracas, Selasa (23/6), diikuti ratusan mahasiswa desain interior. Mereka tidak hanya memperoleh materi di ruang kelas, tetapi juga mengikuti praktik langsung pembuatan furnitur menggunakan material kayu, busa, kulit sintetis, serta perekat yang umum digunakan di industri.

Kolaborasi tersebut merupakan tindak lanjut kerja sama yang telah dirintis sejak Temu Karya Mahasiswa Desain Interior Indonesia (TKMDII) XVII di Universitas Petra Surabaya pada 2025. Hubungan itu kemudian diperkuat melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Nomor 01/SK/FTSP/UG/V/2026 yang menetapkan Lem Rajawali sebagai mitra tetap Program Studi Desain Interior Universitas Gunadarma.

Sebagai merek di bawah PT Mikatasa Agung, Lem Rajawali mendorong mahasiswa memperoleh pengalaman langsung menggunakan material yang lazim dipakai dalam proses produksi furnitur. Pendekatan tersebut diharapkan mampu memperkecil kesenjangan antara pembelajaran akademik dan kebutuhan dunia kerja.

BACA JUGA:Lem Rajawali Perkuat Dukungan Industri Kreatif di Seminar Nasional VASTRA 2026

BACA JUGA:Lem Rajawali Dukung Rolas Art Festival 2026 SMKN 12 Surabaya Lewat Workshop dan Kolaborasi Kreatif

Acara dibuka Ketua Program Studi Desain Interior Universitas Gunadarma Dr. Sri Riswanti HS, M.Sn., bersama Group Head of Marketing and Brand Communication Lem Rajawali Edgar Gerriano. Keduanya menilai kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri penting untuk meningkatkan kompetensi lulusan.

Mahasiswa tingkat dua dan tiga kemudian mempresentasikan hasil rancangan furnitur dari mata kuliah Desain Furnitur di hadapan praktisi industri. Presentasi tersebut menjadi ruang diskusi untuk memperoleh masukan mengenai aspek desain, fungsi, hingga penerapan material yang sesuai kebutuhan pasar.

Sementara itu, sesi workshop menjadi bagian utama kegiatan. Mahasiswa membuat bangku berbahan busa dari tahap awal hingga proses akhir dengan pendampingan dosen serta tim teknis Lem Rajawali.

Dalam praktik tersebut, peserta mempelajari teknik pengeleman pada material kulit sintetis untuk upholstery. Mereka juga dikenalkan pada karakter Polychloroprene Adhesive berbasis solvent dan PVAc Adhesive berbasis air yang banyak digunakan dalam industri furnitur.


Kolaborasi Lem Rajawali, Universitas Gunadarma, dan perajin lokal untuk memperkuat kompetensi mahasiswa desain interior.-Humas Lem Rajawali-

Workshop turut melibatkan komunitas Hobi Kayu Bogor Raya (HKBR). Selain menyediakan material kayu, para perajin mendampingi mahasiswa selama proses produksi sehingga peserta memperoleh pengalaman langsung mengenai teknik pengerjaan yang berkembang di bengkel kerja.

CRM and Marketing Activation Manager Lem Rajawali Panji Aribowo mengatakan keterlibatan komunitas perajin menjadi bagian penting dalam kolaborasi tersebut. Menurutnya, pertemuan antara dunia pendidikan, industri, dan perajin lokal dapat melahirkan berbagai gagasan baru dalam pengembangan produk furnitur.

"Kolaborasi seperti ini membuka ruang pertukaran pengalaman. Mahasiswa mendapat wawasan praktis dari para perajin, sementara industri juga memperoleh perspektif baru dari ide-ide yang dikembangkan peserta," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: