Mengenal Energy Vampire, Bikin Lawan Bicara Lelah Secara Emosional

Mengenal Energy Vampire, Bikin Lawan Bicara Lelah Secara Emosional

Seseorang yang memiliki energy vampire cenderung membuat orang di sekitarnya kelelahan secara emosional.--magnific

HARIAN DISWAY - Anda pasti pernah merasa sangat lelah secara emosional. Biasanya terjadi setelah berbincang atau menghabiskan waktu dengan seseorang.

Secara fisik mungkin tubuh tetap bugar. Tetapi pikiran terasa berat. Emosi menjadi tidak stabil. Bahkan muncul rasa cemas atau kesal tanpa alasan yang jelas.

Dalam pandangan spiritual dan psikologi populer, fenomena itu dikenal dengan istilah energy vampire.

Istilah tersebut merujuk pada seseorang yang tampaknya biasa. Namun, ketika berinteraksi secara konsisten dapat membuat orang lain terkuras secara emosional.

BACA JUGA:Situationship dan Breadcrumbing, Dampak Terjebak Hubungan Tanpa Status di Era Modern

BACA JUGA:Cinta Saja Tak Cukup, Kesenjangan EQ Jadi Pemicu Keretakan Hubungan

Sebutan "energy vampire" bukan berarti seseorang memiliki niat jahat atau berbahaya. Sebaliknya, perilaku mereka dinilai dapat membuat orang di sekitarnya merasa kelelahan. Baik secara mental maupun emosional.


Muncul kecemasan tanpa sebab yang jelas dapat menjadi indikasi seseorang terpengaruh energy vampire.--magnific

Ciri-Ciri Energy Vampire

Hubungan dengan sosok yang dianggap sebagai energy vampire sering kali tampak normal dari luar. Namun, ada beberapa pola perilaku yang kerap muncul, antara lain:

  • Terus-menerus mengeluh tanpa berusaha mencari solusi.
  • Sering membesar-besarkan persoalan kecil.
  • Selalu memandang kehidupan dari sisi negatif.
  • Mendominasi percakapan dan menjadikan diri sendiri sebagai pusat perhatian.
  • Terus-menerus membutuhkan validasi dari orang lain.
  • Menggunakan rasa bersalah ketika orang lain mulai menetapkan batasan.

Emosi dapat memengaruhi orang lain melalui interaksi sosial. Baik tradisi spiritual maupun sejumlah kajian psikologi mengakui fenomena itu.

BACA JUGA:Penelitian Ungkap Memesan Makanan atau Menyewa Jasa Bisa Membuat Hubungan Lebih Bahagia

BACA JUGA:Tarik Ulur dalam Hubungan, Sinyal Cinta atau Permainan Perasaan?

Seseorang yang terus-menerus dipenuhi kemarahan, kecemasan, atau tekanan emosional berpotensi membuat orang di sekitarnya ikut merasakan ketegangan. Sebaliknya, orang akan lebih rileks ketika berada di dekat pribadi yang tenang dan stabil.

Banyak individu yang masih menyimpan stres atau konflik emosional yang belum terselesaikan. Ketika berinteraksi, secara tidak sadar ia memproyeksikan perasaannya kepada orang lain.

Orang Berempati Dinilai Lebih Rentan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: berbagai sumber