Kopi Lereng Bromo: Menjaga Alam, Menghidupi Desa

Kopi Lereng Bromo: Menjaga Alam, Menghidupi Desa

Tim peneliti Prodi Ilmu Komunikasi UPN Veteran Jawa Timur sedang mewawancarai penggagas Kopi Lereng Bromo Heri Purnomo di Desa Benjor, Minggu, 14 Juni 2026. -UPN Veteran Jawa Timur-

MALANG, HARIAN DISWAY - Di Desa Benjor, lereng Gunung Bromo, kopi bukan sekadar komoditas. Ia tumbuh sebagai harapan: menjaga tanah dari longsor sekaligus membuka jalan kesejahteraan bagi warga desa. 

Harapan itu kini diteliti oleh tim peneliti dari Program Studi Ilmu Komunikasi UPN Veteran Jawa Timur. Para peneliti itu terdiri dari Ratih Pandu M, Dian Hutami R, dan Zahrotul Munawaroh. Di sana, mereka menyoroti bagaimana budidaya kopi bisa menjadi jembatan antara ekonomi dan ekologi.

Penelitian diawali lewat pertemuan bersama penggagas budidaya Kopi Lereng Bromo, Heri Purnomo, yang selama ini aktif mengembangkan ekosistem kopi bersama masyarakat setempat.

Desa Benjor sendiri memiliki modal alam yang ideal. Udaranya sejuk, ketinggian lahannya pas, juga lahan yang subur. Kondisi geografis itu melahirkan biji kopi berkualitas tinggi, menjadikan Malang salah satu pusat kopi unggulan Jawa Timur. 

BACA JUGA:UMKM Surabaya Sulap Ampas Kopi Jadi Kain Ramah Lingkungan untuk Tamu Hotel

BACA JUGA:Hunter x Hunter Tembus 150 Juta Kopi, Yoshihiro Togashi Cetak Sejarah Manga Dunia

Namun, nilai budidaya kopi tidak hanya terletak pada aspek ekonomi. Penanaman kopi juga memiliki manfaat ekologis yang signifikan, terutama dalam mendukung kelestarian lingkungan. 

Heri Purnomo menjelaskan bahwa tanaman kopi dapat berperan dalam mencegah bencana longsor, khususnya di kawasan lereng pegunungan yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.

“Tanaman kopi memberikan dampak positif pada berbagai aspek, salah satunya adalah membantu mencegah longsor,” ujar Heri Purnomo.

Ia menjelaskan, tanaman kopi yang ditanam di sela-sela hutan pinus memiliki sistem perakaran yang kuat, sehingga mampu menahan struktur tanah dan mengurangi risiko erosi. 

BACA JUGA:Ketika Dunia Menyebut Kopi dengan Nama Jawa

BACA JUGA:Gandeng Konjen Australia, UK Petra Bantu Petani Sulap Limbah Kopi Jadi Arang dan Sirup Cascara

Praktik budidaya ini secara langsung mendukung mitigasi bencana berbasis alam, sekaligus berkontribusi melalui perlindungan ekosistem daratan dan konservasi tanah.

Di sisi lain, pemberdayaan masyarakat melalui budidaya kopi juga menciptakan dampak ekonomi yang positif. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: