Kopi Lereng Bromo: Menjaga Alam, Menghidupi Desa

Kopi Lereng Bromo: Menjaga Alam, Menghidupi Desa

Tim peneliti Prodi Ilmu Komunikasi UPN Veteran Jawa Timur sedang mewawancarai penggagas Kopi Lereng Bromo Heri Purnomo di Desa Benjor, Minggu, 14 Juni 2026. -UPN Veteran Jawa Timur-

Yakni meningkatnya nilai jual kopi lokal. Itu membuka peluang pendapatan yang lebih baik bagi petani sekaligus ekonomi desa. Tentu, hal ini diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan.

Walau begitu, Heri mengakui bahwa kesadaran ekologis ini belum sepenuhnya tumbuh di kalangan warga desa. 

BACA JUGA:Oleh-oleh dari Eksotika Bromo (13-Habis): Singgah di Shelter Kopi Bromo

BACA JUGA:'Kopi Kok Asem?': Mengapa Arabika Sering Kalah Sebelum Diminum

“Petani mungkin belum menyadari manfaat ekologisnya. Tapi ketika ekonomi meningkat, kami berharap mereka juga semakin memahami manfaat lain yang dimiliki tanaman ini bagi lingkungan,” tambahnya.

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran bahwa pembangunan ekonomi masyarakat tidak harus berjalan berlawanan dengan pelestarian lingkungan. 

Budidaya kopi di Lereng Bromo menjadi contoh nyata implementasi pembangunan berkelanjutan, di mana peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat berjalan beriringan dengan upaya mitigasi bencana dan pelestarian ekosistem. 

Model ini menunjukkan bahwa komoditas lokal seperti kopi mampu menjadi instrumen penting dalam mewujudkan agenda pembangunan berkelanjutan, baik di tingkat lokal maupun global. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: