Eropa Dilanda Gelombang Panas, DPR Desak Kemlu Bertindak Lindungi WNI
Para pengunjung memakai pennutup untuk melindungi diri dari sengatan panas di Alun-Alun Basilika Santo Petrus di Vatikan. Gelombang panas melanda Eropa dalam beberapa bulan terakhir -Alberto Pizzoli/AFP-
HARIAN DISWAY - Anggota Komisi I DPR RI Taufiq R. Abdullah mendesak Kementerian Luar Negeri (Kemlu) untuk segera mengambil langkah intervensi darurat demi menjamin keselamatan Warga Negara Indonesia (WNI) di wilayah terdampak.
Hal itu disampaikannya menyusul terjadinya gelombang panas ekstrem di sejumlah negara Eropa yang dilaporkan telah menelan lebih dari 1.300 korban jiwa.
Taufiq menegaskan bahwa korps diplomatik di Benua Biru tidak boleh bersikap pasif atau sekadar menunggu laporan jatuhnya korban dari kalangan WNI. Seluruh KBRI dan KJRI didorong harus bergerak melakukan jemput bola.
"Gelombang panas ekstrem ini sudah menelan ribuan korban jiwa menurut data WHO. Ini adalah alarm keras. Kemenlu wajib proaktif memantau kondisi WNI di wilayah terdampak melalui seluruh perwakilan. Jangan tunggu ada korban dari warga kita baru sibuk bertindak," ujar Taufiq dalam keterangan yang dikutip Parlementaria, di Jakarta, Jumat, 3 Juli 2026.
BACA JUGA:Gelombang Panas Mengamuk di Eropa Timur dan Balkan, Rekor Suhu Tertinggi Pecah
BACA JUGA:Gelombang Panas Berkecamuk di Asia, BMKG Paparkan 3 Faktor Penyebabnya
Saat ini, Prancis dan beberapa negara Eropa dilaporkan mengalami lonjakan suhu ekstrem yang meningkatkan risiko fatalitas akibat heatstroke (sengatan panas) dan dehidrasi akut. Kelompok yang dinilai paling rentan adalah para pekerja luar ruangan, pelajar, mahasiswa, dan pekerja migran Indonesia.
Guna mengantisipasi dampak buruk tersebut, legislator Fraksi PKB ini mendorong Kemenlu segera menginstruksikan seluruh perwakilan RI di Eropa untuk membuka posko siaga (hotline) darurat yang beroperasi penuh.
"KBRI dan KJRI perlu segera memperbarui pendataan WNI di wilayah-wilayah kritis. Buka posko siaga yang aktif 24 jam penuh. Jika ada WNI yang mengalami gangguan kesehatan atau kesulitan mengakses rumah sakit setempat, perwakilan RI harus hadir mendampingi dan memfasilitasi," tegasnya.
BACA JUGA:El Nino Mengancam, BMKG Gencarkan Operasi Modifikasi Cuaca Antisipasi Karhutla di Sumatra Selatan
BACA JUGA:Hadapi El Nino Godzilla, Mentan: Stok Pangan Aman 10 Bulan
Selain ancaman kesehatan langsung, Taufiq mengingatkan bahwa gelombang panas di Eropa kerap memicu bencana turunan seperti kebakaran hutan hebat, kelangkaan pasokan air, gangguan transportasi massal, hingga pemadaman listrik berkepanjangan. Oleh karena itu, penguatan jalur koordinasi antara perwakilan RI dengan otoritas kedaruratan dan layanan kesehatan di negara-negara setempat menjadi hal krusial yang harus dipastikan.
“Negara memiliki kewajiban konstitusional untuk hadir melindungi WNI di mana pun mereka berada. Jangan sampai ada keterlambatan penanganan hanya karena lemahnya birokrasi informasi. Kesiapsiagaan dan kecepatan respons adalah kunci utama untuk memastikan seluruh saudara kita di Eropa tetap aman,” pungkas Taufiq.(*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: