Komunitas Musik Surabaya Berharap Dapat Panggung Pasca Adanya SUBEC
Creative Hub eks Hi Tech Mall dikabarkan rampung pada Agustus 2026-Humas Pemkot Surabaya-
"Kami ingin masyarakat datang untuk menikmati pengalaman baru di kawasan ini. Akan ada tenant, komunitas, hiburan, kegiatan olahraga, hingga musik akustik di beberapa titik agar pengunjung bisa menikmati suasana sejak siang sampai malam," tandasnya.
Rencana tersebut juga disambut positif oleh pelaku musik lokal Surabaya. Manajer komunitas Swara Sotya Doni Setyawan menilai kehadiran SUBEC berpotensi menjadi ruang baru bagi musisi lokal yang selama ini kesulitan mendapatkan panggung untuk tampil.
BACA JUGA:Surabaya Diguyur Hujan Deras Meski Musim Kemarau, Eri Cahyadi: Ini Jelas Ada Artinya
BACA JUGA:Evaluasi Banjir dan Genangan, DPRD Surabaya Sarankan Pemeliharaan Rutin Saluran
"Jelas merasa terbantu, ya. Jadi ada fasilitas dan dasarnya. Cuma karena informasinya itu belum merata. Belum semua dari komunitas tahu kalau ternyata di situ ada tempat untuk berekspresi," kata Doni kepada Harian Disway, Sabtu, 4 Juli 2026.
Doni berharap komunikasi antara pemerintah dan komunitas musik semakin diperkuat agar seluruh pelaku seni mendapat kesempatan yang sama untuk tampil.
Katanya, di lingkup komunitas, panggung mereka mencari sendiri. Dan di lingkup kota itu agak susah mencari tempat untuk tampil.
Dalam artian terkadang itu teman-teman itu mau main, katakanlah ya di alun-alun atau di SUBEC, mereka kebingungan untuk perizinan. Lalu, di sana itu koordinasinya sama siapa, untuk sound dan sebagainya.
Ia mengungkapkan komunitasnya telah mengurus nomor induk di Dinas Kebudayaan sebagai syarat tampil dalam berbagai agenda pemerintah. Tapi, hingga kini mereka masih menunggu kesempatan tersebut.
"Nah, arahan dari Dinas Kebudayaan itu nanti untuk performing atau yang sudah dapat nomor induk itu akan dipanggil atau akan diundang untuk mengisi secara pergantian entah di ee dinas atau di alun-alun gitu. Cuma sampai sekarang, kira-kira sudah dua bulan, belum ada panggilan lagi," terangnya.
Maka, Doni berharap Creative Hub SUBEC benar-benar menjadi ruang inklusif yang memberi kesempatan kepada seluruh genre musik untuk berkembang.
"Harapannya kalau bisa nanti menjaring musisi yang lebih banyak lagi. Dan lintas jurusan juga, dalam artian enggak hanya band atau pop. Nanti unsur keroncong, apalagi dominasi anak-anak muda. Nah, itu bisa diikutsertakan," tegasnya. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: