Budaya Healing dan Performa Digital

Budaya Healing dan Performa Digital

ILUSTRASI Budaya Healing dan Performa Digital.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-

Ada pula yang merasa liburannya kurang bermakna karena unggahannya sepi respons. Pengalaman yang seharusnya menjadi ruang jeda justru kembali dibebani oleh logika performa dan pengakuan.

Ironisnya, budaya healing dapat melahirkan bentuk kelelahan yang baru. Kita tidak lagi hanya lelah karena pekerjaan, tetapi juga lelah mempertahankan citra bahwa kita sedang menjalani hidup yang seimbang, produktif, sekaligus bahagia. Bahkan, saat jeda liburan, kita masih sibuk bekerja –kali ini untuk memproduksi representasi diri.

Tentu saja, tidak ada yang salah dengan mengabadikan momen indah atau membagikannya kepada orang lain. Sejak dahulu manusia selalu bercerita tentang pengalaman hidupnya. Yang berubah hanyalah medianya. Jika dahulu melalui album foto keluarga atau kisah yang dibagikan saat berkumpul, kini cerita itu hadir dalam bentuk reels, stories, atau vlog.

Yang patut kita renungkan adalah ketika validasi digital mulai menjadi syarat bagi pengalaman itu sendiri. Ketika ketenangan terasa belum lengkap sebelum diunggah. Ketika kebahagiaan baru dianggap nyata setelah memperoleh ratusan tanda suka. Atau, ketika kita lebih sibuk memastikan momen itu terlihat indah daripada benar-benar menghayati keindahannya.

Musim liburan sekolah akan selalu menghadirkan cerita baru. Sebagian akan pulang membawa oleh-oleh, sebagian membawa foto-foto, sebagian lagi membawa video yang memenuhi galeri telepon genggamnya. Semua itu bukanlah persoalan. 

Yang jauh lebih penting adalah memastikan bahwa di balik semua dokumentasi tersebut, masih ada ruang sunyi tempat kita benar-benar beristirahat dari hiruk-pikuk kehidupan. 

Sebab, pada akhirnya, healing yang paling bermakna mungkin bukanlah yang paling banyak ditonton, melainkan yang benar-benar membuat kita dapat ”bermain” tanpa beban seperti ketika kita menyambut liburan dengan riang bernyanyi ”libur t’lah tiba... hore hore hore...” (*)

*) Titien Diah Soelistyarini adalah dosen Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Airlangga.

 

*) Titien Diah Soelistyarini, dosen Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Airlangga.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: