Prosesi Pemakaman Ali Khamenei Dimulai: Jutaan Orang Tuntut Balas Dendam

Prosesi Pemakaman Ali Khamenei Dimulai: Jutaan Orang Tuntut Balas Dendam

LAUTAN PEZIARAH mengiikuti prosesi pemakaman Ali Khamenei, Senin 6 Juli 2026.-AFP-

Beberapa tokoh penting juga kembali tampil. Ahmad Vahidi, komandan baru Garda Revolusi Iran, hadir untuk kedua kalinya dalam rangkaian pemakaman. Pendahulunya tewas pada 28 Februari 2026. Esmail Qaani, komandan Pasukan Quds yang selama ini jarang terlihat di depan publik, juga menghadiri upacara.

Mobilisasi massa itu memiliki makna politik yang kuat. Pemerintah ingin menunjukkan dukungan publik kepada negara setelah gelombang demonstrasi pada Januari lalu. Kelompok hak asasi manusia menyebut ribuan orang tewas dalam penumpasan aksi tersebut.

Perang Timur Tengah memang sedang berhenti setelah gencatan senjata dan kesepakatan awal dengan Amerika Serikat. Namun Washington dan Teheran sama-sama memperingatkan bahwa operasi militer dapat dimulai kembali.

Karena itu, satu pesan terus muncul sepanjang prosesi.

Balas dendam.

Selama bertahun-tahun Ali Khamenei memilih jalur konfrontasi terhadap Barat. Iran juga memberikan dukungan kepada kelompok-kelompok anti-Amerika Serikat dan anti-Israel di Timur Tengah, termasuk Hamas dan Hizbullah. Kedua organisasi itu mengirim delegasi ke Teheran untuk menghadiri pemakaman.

Bagi sebagian pelayat, kematian Khamenei belum menutup babak perang.

"Kami ingin balas dendam. Itu harus dilakukan. Jika tidak dilakukan, keadaan akan menjadi semakin buruk," kata Khanbabaei. (*)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: