KTT NATO 2026 Bahas Investasi Pertahanan Sampai Keamanan Eropa

KTT NATO 2026 Bahas Investasi Pertahanan Sampai Keamanan Eropa

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio (tengah), Menteri Luar Negeri Jepang Motegi Toshimitsu (kiri) dan Menteri Luar Negeri Korea Selatan Cho Hyun menghadiri pertemuan trilateral di sela-sela KTT NATO di Ankara pada 7 Juli 2026 -Yves Herman / POOL / AFP-

HARIAN DISWAY - Presiden Amerika Serikat Donald Trump bersama para pemimpin negara anggota The North Atlantic Treaty Organization (NATO) berkumpul di Ankara, Turki, pada Selasa, 7 Juli 2026 untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO yang berlangsung selama 2 hari hingga 8 Juli 2026. 

KTT tahun ini akan menyoroti beberapa isu regional seperti meningkatkan investasi di bidang pertahanan, memperluas basis industri pertahanan Eropa, dan memastikan dukungan militer jangka panjang bagi Ukraina

Pertemuan dihadiri oleh para pemimpin dari 32 negara anggota NATO. Presiden Ukraina, Korea Selatan, bersama dengan Presiden Dewan Eropa dan Presiden Komisi Eropa diperkirakan akan menghadiri jamuan makan malam bersama para pemimpin NATO malam ini. 

Selain itu di Ankara, para pemimpin luar negeri NATO diperkirakan akan bertemu dengan rekan dari Bahrain, Kuwait, Qatar, dan Uni Emirat Arab, serta mengadakan diskusi bersama dengan menteri luar negeri Ukraina dan Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Kaja Kallas. 

BACA JUGA:Rusia Bombardir Kyiv dengan Rudal dan Drone Sehari Jelang KTT NATO di Turki

BACA JUGA:Konferensi AI for Good Global Summit 2026: Berembuk Soal Masa Depan AI

KTT tahun ini mengusung tema stronger Europe in a stronger NATO (Eropa yang lebih kuat dalam NATO yang lebih kuat). Pemerintahan Trump juga mendorong pembaruan menuju konsep “NATO 3.0”, yang menjadi salah satu fokus pembahasan selama konferensi. 

Konferensi ini cukup menjadi sorotan karena digelar di tengah perubahan arah kebijakan Amerika Serikat yang mulai mengurangi peran tradisionalnya sebagai penjamin utama keamanan Eropa. 

Pergeseran itu mendorong negara-negara anggota NATO untuk memperkuat kemampuan pertahanan mereka sendiri sekaligus menata kembali hubungan regional antar-negara Atlantik. 

Salah satu agenda utama KTT NATO tahun ini adalah peningkatan belanja pertahanan negara-negara anggota. Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte menyebut pengeluaran pertahanan negara-negara Eropa dan Kanada meningkat sekitar 20 persen sepanjang 2025. 

BACA JUGA:Ketika Eropa Mulai Terlalu Bergantung pada AI Amerika: Benua Biru Butuh Kedaulatan Digital

BACA JUGA:Delegasi Rusia, Ukraina, dan AS Bertemu di Jenewa, Memulai Perundingan Damai Baru

Namun, peningkatan tersebut diperkirakan masih belum memenuhi harapan pemerintahan Presiden Donald Trump yang terus mendesak sekutunya untuk menanggung porsi tanggung jawab keamanan yang lebih besar.

Selain itu, NATO juga akan membahas dukungan berkelanjutan terhadap Ukraina yang kini memasuki tahun kelima perang skala penuh melawan Rusia. Negara-negara Eropa dan Kanada saat ini menanggung sebagian besar kebutuhan pertahanan Ukraina, termasuk sekitar 90 persen sistem pertahanan udaranya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: