Delegasi Rusia, Ukraina, dan AS Bertemu di Jenewa, Memulai Perundingan Damai Baru
Warga Kyiv berlindung dalam stasiun kereta api bawah tanah di tengah sirine peringatan serangan udara. Perang Rusia-ukraina telah berlangsung selama hampir 5 tahun dan kini Rusia, Ukraina, dan AS akan memulai perundingan baru-Serhii Okunev/AFP-
HARIAN DISWAY – Delegasi pejabat Rusia telah tiba di kota Jenewa, Swiss, pada hari Selasa, 17 Februari 2026 untuk memulai negosiasi perdamaian perang Ukraina.
Rusia akan melakukan perundingan dengan tim dari Amerika Serikat dan Ukraina guna mengakhiri konflik panjang yang telah berlangsung selama bertahun-tahun. Pesawat yang membawa delegasi Rusia, dipimpin oleh sejarawan nasionalis sekaligus mantan Menteri Kebudayaan Vladimir Medinsky, mendarat di Jenewa sekitar pukul 06.00 GMT waktu setempat.
Pertemuan trilateral di Jenewa ini merupakan bagian dari upaya terbaru Amerika Serikat yang penuh tantangan dalam menuntaskan perang empat tahun tersebut.
Presiden AS Donald Trump berupaya memposisikan dirinya sebagai juru damai dalam konflik yang meletus sejak invasi pasukan Rusia ke Ukraina pada Februari 2022 silam.
Meski demikian, dua putaran perundingan sebelumnya yang dimediasi oleh Gedung Putih belum membuahkan terobosan signifikan. Trump bahkan sempat bertemu dengan Putin di Alaska.
BACA JUGA:AS dan Ukraina Bahas Rencana Perdamaian Baru untuk Akhiri Konflik Rusia
Negosiasi mandeg antara lain karena dua negara yang berkonflik tidak kunjung setuju dengan poin-poin kesepakatan yang ditawarkan. Rusia bersikeras agar mereka bisa mempertahankan wilayah yang sudah direbut. Sebagian besar meliputi wilayah Donbass.

Warga melintas di salah satu sudut Kota Kyiv, Ukraina di tahun kelima perang Rusia-Ukraina-Tetiana Dzhafarova/AFP-
Ukraina menolak proposal ini. Mereka tidak mau mengorbakan integritas teritorial mereka. Selama perang yang terus berlangsung, sekutu-sekutu Ukraina yang sebagian besar adalah negara-negara Eropa terus mengirimkan bantuan peralatan militer untuk membantu Ukraina menahan serangan Rusia yang terus datang bertubi-tubi.
"Ukraina sebaiknya segera datang ke meja perundingan, cepat," ujar Trump kepada wartawan di atas pesawat kepresidenan Air Force One dalam perjalanan menuju Washington.
Di sisi lain, Ukraina menuding bahwa Rusia yang ngeyel. Mereka tidak mau berkompromi atas tuntutan mereka untuk mendapatkan teritori. Kyiv juga menuding Rusia justru ingin terus melanjutkan pertempuran. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengungkapkan skeptisismenya melalui media sosial pada hari Senin.
BACA JUGA:Penjelasan Lengkap 28 Poin Rencana Trump untuk Perdamaian Rusia-Ukraina
“Bahkan menjelang pertemuan trilateral di Jenewa, tentara Rusia tidak memiliki perintah lain selain terus menyerang Ukraina. Hal ini menunjukkan dengan jelas bagaimana Rusia memandang upaya diplomatik para mitra,” tulis Zelensky.
Ia menambahkan bahwa perang ini hanya bisa diakhiri secara realistis dengan tekanan yang cukup terhadap Rusia dan jaminan keamanan yang jelas bagi Ukraina.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: