BEM UGM Sindir Board of Peace Jadi 'Board of Pigs', Singgung Konflik Gaza

BEM UGM Sindir Board of Peace Jadi 'Board of Pigs', Singgung Konflik Gaza

BEM UGM kritik keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace melalui unggahan Instagram.--Instagram BEM UGM

HARIAN DISWAY – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM) menyampaikan kritik terhadap keputusan pemerintah Indonesia yang bergabung dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Kritik tersebut disampaikan melalui unggahan di media sosial yang menyinggung forum tersebut dengan istilah Board of Pigs”, sebagai plesetan dari nama BoP.

Unggahan itu kemudian dibagikan ulang oleh Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto melalui fitur Instagram Story.

Dalam unggahan tersebut, BEM UGM mempertanyakan arah diplomasi Indonesia yang dinilai mengalami perubahan dalam beberapa waktu terakhir.

“Satu setengah purnama arah diplomasi kita terasa ganjil. Berawal dari tekanan tarif 32% oleh Amerika Serikat, lalu turun 19%, hingga lebih dari 1.800 produk Indonesia mendapat tarif 0%. Namun, apakah ini gratis?” tulis BEM UGM dalam unggahan tersebut.

BEM UGM juga menyinggung kondisi konflik di Gaza yang masih berlangsung, sembari mempertanyakan langkah Indonesia yang bergabung dalam forum tersebut.

“Di saat Gaza masih luluh lantak oleh konflik, kita justru bergabung dengan Board of Pigs dan bicara soal perdamaian. Prinsip bebas aktif yang dulu kita banggakan, kini terasa kian memudar,” lanjut tulisan dalam unggahan itu.

BACA JUGA:Bantah Isu BoP Tak Bela Palestina, KSP Beberkan 20 Poin Rencana Perdamaian Gaza

BACA JUGA:Prabowo Janji Keluar dari BoP Jika Palestina Tak Dibantu Merdeka dari Israel

Lebih lanjut, mereka menegaskan bahwa dukungan terhadap Palestina merupakan komitmen kemanusiaan yang tidak seharusnya dipertukarkan dengan kepentingan politik tertentu.

Unggahan itu juga diakhiri dengan seruan solidaritas untuk Palestina.

“FROM RIVER TO SEA, PALESTINE WILL BE FREE!!!”

Sebelumnya, sejumlah ulama juga menyampaikan kritik terhadap keikutsertaan Indonesia dalam forum tersebut. Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cholil Nafis menilai keberadaan Board of Peace tidak lagi efektif setelah konflik Iran, Israel, dan Amerika Serikat memanas.

“Kalau kita kan melihatnya tidak efektif sudah di BoP itu karena ternyata penggagasnya juga tidak memberikan semacam gambaran, baik track record maupun sekarang yang memihak pada perdamaian,” ujar Cholil di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis, 5 Maret 2026.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: disway.id