5 Alasan di Balik PHK 3.200 Karyawan Xbox oleh Microsoft
Microsoft melakukan restrukturisasi besar-besaran dalam Xbox.--Gamerant
HARIAN DISWAY - Microsoft mengumumkan salah satu restrukturisasi terbesar dalam sejarah divisi Xbox. Perusahaan berencana memangkas sekitar 3.200 karyawan hingga 2027. Serta melakukan penataan ulang sejumlah studio pengembang game.
Keputusan itu diumumkan CEO Xbox Asha Sharma. Mencerminkan tantangan besar yang tengah dihadapi industri gim global. Mulai dari melambatnya pertumbuhan pasar hingga meningkatnya biaya produksi.
Berikut lima alasan utama yang melatarbelakangi langkah Microsoft tersebut.
1. Penjualan Konsol Xbox Melambat
Penjualan perangkat keras Xbox tidak mampu memenuhi ekspektasi Microsoft. Konsol generasi terbaru dinilai belum mampu mengejar dominasi para pesaing.

Kenaikan Steam Deck memunculkan kegelisahan gamer untuk konsol PS6 dan XBOX Helix yang dikabarkan akan rilis pada akhir 2027.--Gamerant
BACA JUGA:Rumor Obsidian Terancam Ditutup, Xbox Dikabarkan Fokus ke Franchise Besar
BACA JUGA:Hideo Kojima OD Dikabarkan Aman dari Pembatalan Xbox, Proyek Horor Tetap Berlanjut
Sehingga jumlah pengguna tumbuh lebih lambat dari perkiraan. Akibatnya, penjualan game maupun pendapatan dari layanan digital ikut terdampak.
Dengan basis pengguna yang tidak berkembang sesuai target, Microsoft harus mengevaluasi beberapa hal. Termasuk besarnya investasi yang selama ini digelontorkan untuk bisnis Xbox.
2. Pertumbuhan Game Pass Tidak Secepat Harapan
Layanan berlangganan Xbox Game Pass menjadi salah satu investasi terbesar Microsoft dalam beberapa tahun terakhir.
Perusahaan telah menghabiskan miliaran dolar untuk mengakuisisi studio. Juga menghadirkan berbagai gim eksklusif demi menarik pelanggan baru.
BACA JUGA:Microsoft Dikabarkan Pertimbangkan Pisahkan Xbox, Elder Scrolls dan Fallout Ingin Dipercepat
BACA JUGA:CEO Xbox Akui Bisnis Konsol Sedang Tidak Sehat, Eksklusif Jadi Solusi
Namun, menurut Asha Sharma, pertumbuhan jumlah pelanggan Game Pass kini mulai melambat. Berbeda dengan proyeksi awal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: berbagai sumber