Celios: Defisit APBN 2026 Diproyeksi Tembus 3 Persen, Program MBG Jadi Beban Terberat
Para relawan di SPPG Jombang mengaku program MBG membantu memenuhi kebutuhan ekonomi mereka -Diskominfo Jember -
JAKARTA, HARIAN DISWAY – Proyeksi defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 yang mencapai 2,85 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mendapat sorotan dari kalangan ekonom.
Center of Economic and Law Studies (CELIOS) menilai pelebaran defisit dipicu oleh lonjakan belanja negara yang tidak diimbangi peningkatan penerimaan negara.
Direktur Ekonomi Digital di Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda menjabarkan, fenomena tersebut wajar terjadi mengingat postur anggaran tahun ini menanggung beban belanja yang sangat besar.
Fokus utama sorotan tertuju pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menelan anggaran fantastis.
"Secara anggaran tahun 2026, program MBG sudah mematok angka Rp268 triliun. Bahkan, dengan tambahan cadangan, totalnya bisa mencapai Rp335 triliun. Ini tentu meningkatkan belanja negara secara sangat masif," ujar Nailul kepada Harian DiswayRabu 8 Juli 2026.
BACA JUGA:CELIOS: Selisih Rp201 Triliun Anggaran MBG, Benarkah untuk Atasi Stunting?
BACA JUGA:Rupiah Tembus Rp17.300 per Dolar AS, Celios Sebut Bukan Karena Undervalue
Menurut Nailul, lonjakan kebutuhan dana yang besar tersebut seharusnya diimbangi dengan peningkatan pendapatan negara yang signifikan pula. Namun, realitanya jauh dari harapan. Berdasarkan data per Mei 2026, realisasi pendapatan negara baru mencapai 37,5 persen dari target APBN.
Nailul menilai, meski sempat tercatat ada pertumbuhan dua digit, capaian tersebut masih jauh dari ekspektasi pemerintah. Ia pesimistis pendapatan negara bisa mengejar target di sisa semester kedua tahun ini.
"Pada semester dua nanti, pemerintah hanya mengandalkan penerimaan pajak akhir tahun. Tidak ada lagi momen atau katalis yang bisa mengerek pendapatan negara secara signifikan. Apalagi, kita juga dihadapkan pada tekanan restitusi pajak yang harus segera dibayarkan," jelasnya.
BACA JUGA:Perkiraan Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah, Anggaran MBG 2027 Turun Jadi Rp174 T
BACA JUGA:Demo Mahasiswa Tuntut Hentikan Pemborosan APBN, Seberapa Genting Dompet Negara Saat Ini?
Nailul lantas memprediksi ruang fiskal pemerintah akan semakin terimpit. Dia tidak menampik kekhawatiran bahwa defisit APBN 2026 bisa semakin melebar melampaui batas aman yang ditetapkan undang-undang.
"Sangat wajar jika proyeksi defisit APBN 2026 melebar menjadi 2,85 persen. Apalagi jika nilai restitusi meningkat, saya rasa defisit APBN 2026 akan semakin melebar, bahkan bisa mendekati atau malah melampaui batas aman 3 persen dari PDB," pungkas Nailul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: