Prabowo Kecam Korupsi Program MBG: Orang Biadab, Tak Pantas Kita Hormati

Prabowo Kecam Korupsi Program MBG: Orang Biadab, Tak Pantas Kita Hormati

Presiden Prabowo Subianto mengecam keras pihak yang melakukan korupsi dalam program MBG.--YouTube Sekretariat Presiden

HARIAN DISWAY – Presiden Prabowo Subianto mengecam keras pihak-pihak yang mencoba melakukan korupsi dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.

Prabowo menyebut tindakan mengambil keuntungan dari program makan untuk anak-anak sebagai perbuatan yang tidak memiliki nilai kemanusiaan.

“Saya menilai mereka yang mau korupsi dari makan untuk anak-anak ini, ini adalah orang-orang biadab. Ini adalah orang-orang yang tidak pantas kita hormati. Menurut saya, ini sudah sama sekali tidak ada nilai kemanusiaan,” kata Prabowo.

Program MBG, kata Prabowo, dijalankan pemerintah untuk memenuhi salah satu kebutuhan paling dasar anak-anak, yakni gizi. Ia tidak ingin masih ada anak Indonesia yang harus mengikuti pelajaran dalam kondisi lapar.

BACA JUGA:Prabowo: MBG, Bansos dan Hilirisasi Bukan Rencana di Atas Kertas Lagi

BACA JUGA:Prabowo: Motor Listrik Bisa Hemat Biaya Bahan Bakar Hingga 70 Persen

“Kita memulai dari hal yang paling dasar, yaitu gizi. Tidak boleh ada anak-anak kita belajar dalam keadaan lapar. Tidak ada anak yang dapat belajar dengan baik apabila ia lapar. Mungkin sebagian di antara kita tidak akan pernah melihat atau merasakan anak-anak yang tidak makan pada pagi hari. Tapi itulah kenyataan yang kita dapati,” ujarnya.

Prabowo juga menyinggung persoalan stunting yang masih dialami anak-anak di sejumlah daerah. Menurutnya, MBG menjadi salah satu langkah pemerintah untuk mengatasi persoalan tersebut.

“Kita laksanakan program MBG ini untuk mengatasi itu, untuk mengatasi stunting yang masih dialami oleh anak-anak kita di beberapa tempat setinggi 25 persen anak-anak kita,” sambungnya.

Ia menilai persoalan stunting tidak bisa dianggap sepele karena berpengaruh terhadap perkembangan anak hingga masa depannya.

“Sel otak tidak berkembang dengan baik, sel otot tidak berkembang, sel tulang tidak berkembang dengan baik. Untuk jadi buruh pelabuhan saja ia mungkin tidak akan sanggup. Untuk jadi buruh petani saja dia tidak akan sanggup, kita tidak boleh menerima 1 dari 4 anak Indonesia mengalami stunting, kita tidak boleh menerima ini,” ujarnya.

BACA JUGA:Keracunan MBG di Berastagi, Kepala BGN Copot Kepala SPPG dan Bekukan Operasional Dapur

BACA JUGA:Prabowo Mau Bunga Kredit Motor Listrik Diturunkan, DP Diupayakan Nol Rupiah

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: