Keracunan MBG di Berastagi, Kepala BGN Copot Kepala SPPG dan Bekukan Operasional Dapur
Kepala BGN Sudaryono pastikan penanganan medis dan pemeriksaan sampel makanan gratis di Berastagi berjalan maksimal lewat koordinasi langsung dengan Bupati Karo Antonius Ginting.--BGN
HARIAN DISWAY - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengambil tindakan tegas dengan mencopot Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan menyegel dapur operasional yang memproduksi paket Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk SMAN 1 Berastagi dan SMA Swasta Bersama Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.
Langkah administratif ini diambil menyusul insiden dugaan keracunan massal yang menimpa ratusan siswa di kedua sekolah tersebut pada Kamis, 13 Agustus 2026.
Selain penindakan internal, Sudaryono menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada masyarakat Kabupaten Karo atas timbulnya masalah keamanan pangan tersebut.
Ia juga menegaskan bahwa setiap dapur SPPG yang terbukti bermasalah akan langsung disanksi penutupan sementara, sedangkan kepala dapurnya dicopot dari jabatan sembari menunggu hasil investigasi lebih lanjut.
Langkah penanganan kasus ini dipantau langsung oleh Sudaryono melalui panggilan video dengan Bupati Karo Antonius Ginting. Dalam rekaman video yang diunggah ke akun Instagram resminya, pria yang akrab disapa Mas Dar tersebut menghubungi satu per satu pihak di lapangan, mulai dari aparat kepolisian hingga petugas pengecekan makanan, guna memastikan proses evakuasi dan pemeriksaan sampel berjalan cepat.
BACA JUGA:Prabowo: MBG, Bansos dan Hilirisasi Bukan Rencana di Atas Kertas Lagi
BACA JUGA:Prabowo Siapkan Kejutan di Sidang Tahunan MPR 2026, RAPBN 2027 dan Anggaran MBG Jadi Sorotan
Sudaryono juga meminta agar satuan tugas segera diturunkan ke lokasi serta menekankan bahwa keselamatan siswa harus menjadi prioritas utama.
Dugaan awal penyebab keracunan mengarah pada menu ikan dencis gulai yang disajikan pada hari kejadian. Meski demikian, kepastian penyebab utama masih menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan yang dilakukan bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Karo.
Para siswa yang terdampak dilaporkan mengalami gejala bervariasi, mulai dari mual, muntah, pusing, gatal-gatal, hingga sesak napas.
Di sisi lain, jajaran Pemerintah Kabupaten Karo langsung bergerak mendatangi sejumlah rumah sakit tak lama setelah kejadian untuk memantau penanganan medis para korban.
BACA JUGA:BGN Larang Siswa Bawa Pulang Makanan MBG, Sudaryono Sebut Orang Tua Pernah Ikut Keracunan
BACA JUGA:BGN Terapkan “Rules of 4 Hours”, Makanan MBG Lewat Empat Jam Diminta Tak Dikonsumsi
"Pemerintah Kabupaten Karo bertanggung jawab penuh atas keselamatan dan kesembuhan anak-anak kita. Kami pastikan perawatan medis berjalan maksimal," kata Antonius.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: