3 Hari, 7 Daerah, Sedikitnya 2.163 Korban Keracunan MBG
Kasus keracunan MBG menimpa 2.163 siswa dan guru di tujuh daerah dalam tiga hari.-Vay-AI-Harian Disway-
HARIAN DISWAY - Selama 20 bulan berjalan, program Makan Bergizi Gratis (MBG) berulang kali tercoreng kasus keracunan. Kali ini, sedikitnya 2.163 siswa dan guru terdampak dalam tiga hari di tujuh daerah. Jika kelalaian terus berulang, saatnya sanksi pidana benar-benar ditegakkan..
Petaka itu bermula dari Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Sidoarjo, Selasa, 1 September 2026. Ratusan santri mendadak mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Total 730 santri terdampak dengan puluhan di antaranya harus menjalani perawatan intensif.
Menu nasi putih, telur orak-arik, tempe bumbu bali, sayur buncis baby corn, serta apel segar dari SPPG Kalitengah selesai dikemas menjelang subuh. Tetapi, kelalaian waktu penyajian menjadi petaka.
BACA JUGA:Menkeu Purbaya: Anggaran MBG Kemungkinan Dipangkas di Bawah Rp200 Triliun Tahun Ini
Makanan yang tuntas dimasak jam 12 malam itu baru disantap para santri saat bedug dzuhur lewat. Jauh melampaui batas aman empat jam hingga bakteri telanjur berkembang biak di dalamnya.
Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo dr Lakhsmie Herawati Yuwantina geleng-geleng kepala melihat skalanya. Dari ratusan orang terdampak itu, sebanyak 77 orang sempat dirawat intensif pada hari ketiga.
“Dan hari ini sebanyak 24 orang yang dirawat sudah diperbolehkan pulang," ujar dia kepada awak media pada Kamis siang, 3 September 2026.
Belum reda heboh di Sidoarjo, malapetaka melompat ke Kabupaten Nganjuk. Rabu, 2 September 2026. Sebanyak 127 anak mengalami gejala keracunan berat.
BACA JUGA:Ratusan Santri Keracunan MBG di Sidoarjo, Kepala BGN: Ini Kelalaian yang Disengaja, Bisa Dipidana
Menu yang disantap sama persis. Mereka harus dirawat terpisah di RSUD Nganjuk, RS Bhayangkara, Puskesmas Begadung, hingga sejumlah klinik.
Pada hari yang sama pula di Lasem, rembang, sebanyak 752 siswa dan 25 guru mengalami diare dan muntah setelah mengonsumsi menu MBG berupa ayam bakar.
Sebagian ayam bakar disebut ditemukan dalam kondisi berlendir sebelum dibagikan. Makanan yang dianggap bermasalah sempat dipisahkan. Sedikitnya 15 siswa dan guru harus menjalani perawatan di rumah sakit.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: