FIA Selidiki Sayap 'Macarena' Red Bull Usai Kecelakaan Max Verstappen di GP Inggris
Dari Kiri ; Ferrari SF26 milik Charles Leclerc sedang beradu cepat dengan Mobil Red Bull RB22 milik Max Verstappen, pada GP Inggris 2026. Tampak kedua mobil memperlihatkan desain sayap belakang "Macarena" Saat melaju di lintasan Lurus. --Twitter Behind The Grand Prix @BehindTheGP
HARIAN DISWAY- Investigasi besar-besaran resmi dibuka usai insiden mengerikan yang menimpa Max Verstappen di tikungan Stowe pada GP Inggris lalu.
Federasi Otomotif Internasional (FIA) kini membidik desain sayap belakang berputar 'Macarena' milik Red Bull dan Ferrari yang diduga kuat bisa memicu kegagalan mekanis berbahaya di lintasan.
Penyelidikan baru resmi dibuka terkait insiden tergelincirnya Max Verstappen ke area kerikil di tikungan Stowe pada akhir balapan GP Inggris di Silverstone akhir pekan lalu. Insiden tersebut disinyalir kuat akibat adanya masalah pada sayap belakang mobilnya.
Meski detail pasti pemicu insiden belum diungkapkan, Verstappen dilaporkan sangat tidak puas. Terlebih, ini adalah kali kedua ia mengalami masalah serupa setelah seminggu sebelumnya mengalami gangguan aliran udara (airflow stalling) di GP Austria, yang membuatnya keluar jalur di tikungan sebelum lintasan lurus utama saat sesi kualifikasi.
FIA Turun Tangan Evaluasi Sayap 'Macarena'
Terbaru, Federasi Otomotif Internasional (FIA) kini tengah berdiskusi intensif dengan Red Bull dan Ferrari mengenai desain sayap belakang berputar yang dijuluki 'Macarena'. Langkah ini diambil menyusul kekhawatiran keselamatan balapan pasca-kecelakaan Verstappen.
Internal tim pun tengah menginvestigasi apa yang sebenarnya terjadi di Silverstone. Kepala tim Red Bull, Laurent Mekies, menegaskan akan melakukan langkah antisipasi penuh menjelang balapan berikutnya di Sirkuit Spa-Francorchamps, Belgia.
BACA JUGA:Kuasai Drama Silverstone, Charles Leclerc Rebut Podium Tertinggi GP Inggris
BACA JUGA:Selamat dari Penalti, Lewis Hamilton Amankan Podium GP Inggris 2026
"Kami telah menguji konsep ini sejak GP Miami. Ini sudah berjalan di beberapa balapan, jadi masih terlalu dini untuk menentukan apakah masalahnya terletak pada konsep sayap atau faktor lain," ujar Laurent Mekies.
"Namun, kami pasti akan melakukan segala upaya untuk menemukan solusi dan membuka semua opsi yang ada," pungkasnya.
Jika tim tidak mendapat jaminan bahwa sayap berputar ini bebas dari malfungsi, mereka kemungkinan besar akan kembali ke desain sayap konvensional yang digunakan pada awal musim. Keputusan ini akan bergantung pada hasil investigasi apakah ada keterkaitan konsep sayap antara insiden di Austria dan Silverstone.

Para kru garasi tim Red Bull saat mengevakuasi Mobil RB22 milik Max Verstappen, pasca insiden di Grand Prix Inggris 2026--Twitter F1 Speed Indonesia @F1Speed_Indo
Bagaimana Cara Kerja Sayap Berputar Ini?
Desain sayap belakang milik Ferrari dan Red Bull sangat berbeda dari tim lain karena elemen flap atasnya dapat berputar jauh lebih ekstrem. Flap pada mobil Ferrari, misalnya, diyakini mampu berputar hingga 225 derajat searah jarum jam saat mobil mengaktifkan mode trek lurus.
Cara Kerja sayap berputar: Dengan membalikkan badan flap secara efektif, sayap ini secara dramatis mampu mengurangi hambatan udara (drag) dan bahkan menghasilkan sedikit daya angkat (lift) untuk membantu mengurangi hambatan gelinding (rolling resistance).
Baik Ferrari maupun Red Bull sebenarnya telah mengantongi persetujuan desain dari FIA sebelum menggunakannya. Namun, imbas insiden terbaru ini, mereka harus membuktikan kembali bahwa aspek keselamatan komponen tersebut tetap terjamin.
Pembicaraan terbaru dengan FIA akan meninjau perilaku sayap, yang dituntut harus bisa beralih dari mode trek lurus (terbuka) ke mode tikungan (tertutup) dalam waktu sangat singkat, yaitu 400 milidetik.
BACA JUGA:Cerdik! Trik Mesin Mercedes Akali Regulasi FIA, McLaren Merasa Kecolongan
BACA JUGA:Ngenes! Tim Lain Upgrade Mesin di Silverstone, McLaren Terpaksa Bertahan dengan Mesin Lama
Ancaman Larangan Tanding dari FIA
FIA memiliki wewenang penuh untuk melarang mobil mana pun ikut serta dalam balapan jika komponennya dianggap membahayakan. Berdasarkan Pasal C1.2 dalam Regulasi Teknis FIA, dinyatakan bahwa:
"Para pengawas (stewards) dapat melarang partisipasi kendaraan yang konstruksinya dianggap berbahaya. Apabila informasi yang relevan terungkap selama sesi berlangsung, keputusan tersebut dapat berlaku dengan segera."
Jika FIA tidak puas dengan jaminan keselamatan yang diberikan tim, badan pengatur tersebut bisa menuntut penerapan perangkat keselamatan mekanis tambahan atau bahkan melarang total konsep ini untuk musim-musim mendatang.
Perbedaan Nasib Red Bull dan Ferrari
Meski konsepnya serupa, nasib kedua tim berbeda. Ketika kubu Red Bull sudah mengalami dua insiden besar, Ferrari justru belum menghadapi kendala berarti sejak pertama kali meluncurkannya.
Ferrari sempat menguji sayap ini pada sesi latihan bebas (FP) di GP China, namun belum berani menggunakannya sepanjang akhir pekan karena belum yakin 100%. Sayap 'Macarena' tersebut baru resmi debut di GP Miami dan terus terpasang di mobil mereka hingga saat ini tanpa kendala keandalan (reliability).(*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: