Misi Dagang Jatim–Riau Tembus Rp1,06 Triliun
Gubernur Jatim Khofifah bersama Sekda Provinsi Riau Syahrial Abdi melihat komoditi yang dijual pada misi dagang -Humas Pemprov Jatim-
"Hampir 99 persen kebutuhan pulp Jawa Timur dipasok dari Provinsi Riau. Karena itu secara perdagangan kita memang masih mengalami defisit terhadap Riau. Namun kondisi ini menunjukkan kuatnya keterhubungan ekonomi kedua provinsi sekaligus besarnya peluang memperluas perdagangan dua arah," katanyi.
Pada forum tersebut, sejumlah transaksi bernilai besar berhasil disepakati. Antara lain, kerja sama PT Kharim Mandiri Indonesia, Kota Kediri, dengan PT Unggas Riau Perkasa senilai Rp202,19 miliar per tahun.
BACA JUGA:Gubernur Khofifah Dukung UNESA Gelar Vocational Epicentre 2026

Penandatanganan kesepakaran antara pemerintah provinsi Jawa Timur dengan Riau -Humas Pemprov Jatim-
Kemudian, PT Ayo Tani Kabupaten Kediri dengan PT Riau Multi Trade senilai Rp108,5 miliar, serta kerja sama PT Ayo Tani dengan PT Riau Pangan Bertuah senilai Rp101,4 miliar.
Selain itu, PT Suri Tani Pemuka Kabupaten Sidoarjo melakukan transaksi penjualan pakan ikan, pakan udang, dan benur senilai Rp71,11 miliar per tahun kepada PT Anagi Mandiri Sejahtera, Kabupaten Kampar.
Sejumlah transaksi lainnya juga melibatkan pelaku usaha dari Surabaya, Gresik, Trenggalek, hingga Sumenep.
Khofifah memaparkan kondisi ekonomi Jawa Timur yang terus menunjukkan tren positif. Pada Triwulan I 2026, ekonomi Jawa Timur tumbuh 5,96 persen secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional.
BACA JUGA:Khofifah Raih Penghargaan Persagi, Penurunan Stunting Jatim Capai 14,7 Persen
BACA JUGA:Gubernur Khofifah Buka ALLPack Surabaya Expo 2026: Dorong Hilirisasi Industri Lokal
Jawa Timur juga menjadi kontributor terbesar kedua perekonomian di Pulau Jawa dengan kontribusi 25,16 persen atau sekitar 14,40 persen terhadap perekonomian nasional.
Secara kumulatif, sejak 2019 hingga 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah melaksanakan 52 kali misi dagang dalam negeri dengan total komitmen transaksi mencapai Rp40,21 triliun dari 2.250 transaksi yang melibatkan 2.602 pelaku usaha.
Sekretaris Daerah Provinsi Riau Syahrial Abdi menilai Misi Dagang Jatim–Riau menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi ekonomi antardaerah.
Sinergi tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan nilai perdagangan, tetapi juga membuka peluang investasi baru, memperluas kemitraan usaha, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat di kedua provinsi. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: