Misi Dagang Jatim–Riau Tembus Rp1,06 Triliun

Misi Dagang Jatim–Riau Tembus Rp1,06 Triliun

Gubernur Jatim Khofifah bersama Sekda Provinsi Riau Syahrial Abdi melihat komoditi yang dijual pada misi dagang -Humas Pemprov Jatim-

PEKANBARU, HARIAN DISWAY – Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menggelar Misi Dagang dan Investasi. Agenda tersebut dilaksanakan di Provinsi Riau, Rabu 7 Juli 2026. 

Kegiatan yang dipimpin langsung Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa itu membukukan komitmen transaksi sebesar Rp1.066.031.400.000. Nilai transaksi tersebut melonjak hampir tiga kali lipat dibandingkan Misi Dagang Jatim–Riau pada 5 Maret 2020. 

Kala itu, komitmen transaksi sebesar Rp362,12 miliar melalui 51 transaksi dagang. Capaian kali ini menjadi salah satu hasil terbaik dari rangkaian misi dagang yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Timur sepanjang 2026.

Khofifah mengatakan, Misi Dagang Jatim–Riau merupakan kali kelima yang diselenggarakan Pemprov Jatim pada 2026. Forum tersebut menjadi sarana memperkuat kemitraan ekonomi antardaerah.

BACA JUGA:Misi Dagang Jatim di Malaysia Tembus Rp15,25 Triliun, Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah


Gubernur Khofifah menerima lukisa benang yang menggambarkan wajahnyi-Humas Pemprov Jatim-

"Yang selalu kami bangun adalah penguatan kemitraan antarprovinsi. Karena itu kami terus membawa semangat tumbuh bersama, maju bersama, berkembang bersama, dan sejahtera bersama," ujar Khofifah.

Dia menjelaskan, misi dagang menjadi instrumen strategis untuk mempertemukan potensi produksi dengan kebutuhan pasar di masing-masing daerah. Melalui pola tersebut, rantai distribusi dapat dipersingkat, pasar produk unggulan semakin luas, sekaligus memperkuat penggunaan produk dalam negeri.

Dari total komitmen transaksi Rp1,066 triliun tersebut, penjualan dari Jawa Timur mencapai Rp704,88 miliar. Pembelian komoditas dari Provinsi Riau sebesar Rp361,15 miliar.

Komoditas yang dipasarkan Jawa Timur cukup beragam. Seperti olahan daging unggas dan sapi, susu, beras, cabai, bawang merah, bawang putih, rokok, pupuk, pakan ikan dan udang, benur, kopi green bean, fillet dori, bahan baku baja, hingga berbagai produk pangan olahan. 

BACA JUGA:Misi Dagang Jatim-Kalteng di Palangka Raya Tembus Transaksi Rp2,08 Triliun

BACA JUGA:Tutup Misi Dagang 2025 di Batam, Jatim Raup Komitmen Tertinggi Tahun Ini

Sebaliknya, Jawa Timur memperoleh pasokan komoditas strategis dari Riau seperti pulp, udang vaname, arang tempurung kelapa, kelapa jambul, dan sirip teripang kering.

Menurut Khofifah, hubungan perdagangan kedua provinsi bersifat saling melengkapi. Bahkan, kebutuhan pulp industri di Jawa Timur hampir seluruhnya dipenuhi dari Provinsi Riau.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: