Trump Hentikan Gencatan Senjata dengan Iran, Perang Kembali Berkecamuk

Trump Hentikan Gencatan Senjata dengan Iran, Perang Kembali Berkecamuk

Foto pemantauan yang dirilis US Centcom menunjukkan ledakan dari serangan terbaru pasukan AS ke salah satu bandara di Iran-US Centcom via AFPTV -

HARIAN DISWAY – Konflik antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas. Presiden AS Donald Trump menyatakan kesepakatan gencatan senjata sementara dengan Iran telah berakhir sehingga ketegangan di kawasan kembali meningkat.

Komando Sentral AS (US Centcom) menyatakan bahwa mereka telah menyerang sejumlah target di Iran selama dua hari terakhir. Centcom menyatakan bahwa serangan ini adalah balasan dari gangguan Iran terhadap kapal-kapal komersial yang melintas di Selat Hormuz. 

Serangan AS tersebut terjadi beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa serangan Iran terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz menandai berakhirnya gencatan senjata yang selama ini berjalan rapuh.

Pada Rabu pagi, 8 Juli 2026, Amerika Serikat melancarkan serangan ke sejumlah target militer dan fasilitas pelabuhan di Iran setelah Teheran menyerang beberapa kapal dagang di perairan Oman. Aksi itu kemudian memicu serangan balasan dari pihak Iran.

BACA JUGA:Saling Tuduh Pelanggaran Gencatan Senjata, Iran Sebut AS Rusak Kesepakatan Damai Perang Teluk

BACA JUGA:Warga Iran Kibarkan Panji Merah Tanda Balas Dendam, Poster Targetkan Trump dan Netanyahu

Untuk pertama kalinya sejak April, serangan militer Amerika Serikat dilaporkan turut menyasar sejumlah jembatan di wilayah Iran. Media pemerintah Iran menyebut sebuah jembatan rel kereta di Provinsi Golestan menjadi salah satu target serangan.

Sementara itu, Garda Revolusi Iran menyatakan dua jembatan di jalur menuju Kota Mashhad juga terkena serangan. Jalur tersebut diketahui menjadi rute yang dipersiapkan untuk prosesi pemakaman Ayatollah Ali Khamenei pada Kamis.

Meski demikian, belum dapat dipastikan apakah jembatan yang dilaporkan media pemerintah di Golestan merupakan lokasi yang sama dengan dua jembatan yang disebutkan oleh Garda Revolusi.

Donald Trump juga memperingatkan bahwa Amerika Serikat siap melanjutkan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Ia bahkan membuka kemungkinan memperluas operasi militer dengan menyasar infrastruktur vital, termasuk fasilitas desalinasi dan pembangkit listrik.

BACA JUGA:Panas Lagi! Iran dan AS Saling Serang di Selat Hormuz, Kesepakatan Gencatan Senjata Terancam

BACA JUGA:AS Ingin Damai Dengan Iran, Tapi Tidak Akan Korbankan Keamanan Negara-Negara Teluk

Dalam pernyataannya pada Rabu, 8 Juli 2026, Trump menyebut gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran telah berakhir. Pernyataan tersebut langsung memicu kekhawatiran di pasar global dan meningkatkan ketidakpastian di sektor energi.

Berakhirnya gencatan senjata membuat situasi keamanan di Timur Tengah kembali menjadi perhatian dunia. Berbagai negara mulai mencermati perkembangan karena eskalasi konflik berpotensi memengaruhi stabilitas kawasan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: