Setahun Setelah Christian Horner Dipecat, Red Bull Racing Tak Lagi Sama

Setahun Setelah Christian Horner Dipecat, Red Bull Racing Tak Lagi Sama

Christian Horner saat masih memimpin Red Bull Racing. Selama 20 tahun, ia sukses mengantarkan tim meraih 124 kemenangan Grand Prix, delapan gelar juara dunia pembalap, dan enam gelar konstruktor sebelum era kepemimpinannya berakhir.-Formula1.com-

Era kepemimpinannya dalam tim mendapat respons positif dari pembalap bintang dari tim itu sendiri. “Saya menyukai cara Laurent bekerja. Dia sangat termotivasi dan terus mengajukan pertanyaan yang tepat, baik kepada saya maupun kepada tim. Senang melihatnya,” kata Verstappen setelah beberapa akhir pekan bekerja di bawah kepemimpinan pria asal Prancis tersebut.

BACA JUGA:FIA Selidiki Sayap 'Macarena' Red Bull Usai Kecelakaan Max Verstappen di GP Inggris

BACA JUGA:Ngenes! Tim Lain Upgrade Mesin di Silverstone, McLaren Terpaksa Bertahan dengan Mesin Lama

Mekies Memimpin Era Baru Red Bull sebagai Produsen Mesin

Salah satu tantangan terbesar yang kini berada di tangan Laurent Mekies adalah mengawal proyek Red Bull Ford Powertrains menjelang era regulasi 2026. Berbeda dengan era sebelumnya yang mengandalkan Honda, Red Bull untuk pertama kalinya akan memproduksi unit tenaganya sendiri melalui proyek yang telah dibangun sejak 2021.  

Di tengah perubahan struktur kepemimpinan pasca-kepergian Christian Horner, Mekies juga berperan menyatukan koordinasi antara divisi sasis dan power unit yang kini dikelola dengan pembagian tanggung jawab lebih jelas.

Pendekatan tersebut dinilai menjadi bagian dari upaya Red Bull Austria untuk mengurangi konsentrasi kekuasaan pada satu figur sekaligus memastikan proyek mesin berjalan sesuai target.  

Mekies sendiri tidak menutupi besarnya tantangan tersebut. Ia bahkan menyebut Red Bull menghadapi “gunung yang harus didaki” dan memperkirakan akan ada banyak tantangan serta “malam tanpa tidur” saat tim menjalani musim pertama sebagai produsen mesin.

Meski demikian, ia menegaskan proyek tersebut merupakan investasi jangka panjang yang akan menentukan daya saing Red Bull pada era baru Formula 1. (*)

*) Peserta Disway Internship Program.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: