Kounde Soal Komentar Yamal: Itu Bukan Bentuk Meremehkan Prancis
Jules Kounde tegaskan psywar Lamine Yamal murni bentuk rasa percaya diri dan bukan bermaksud meremehkan timnas Prancis di semifinal--Getty Images
Selain membahas komentar Yamal, Jules Kounde juga menyoroti tantangan besar yang akan dihadapi Prancis saat berjumpa Spanyol. Menurutnya, kekuatan La Roja tidak hanya terletak pada satu pemain. Melainkan pada permainan kolektif yang solid.
Ia menilai penguasaan bola menjadi senjata utama tim asuhan Luis de la Fuente. Karena itu, Prancis tidak boleh membiarkan Spanyol mengendalikan jalannya pertandingan sepanjang laga.

Sukses singkirkan Portugal lewat laga dramatis, Luis de la Fuente tegaskan Spanyol tak gentar hadapi siapa pun di perempat final.--Getty Images
"Kami memiliki gaya bermain yang sedikit berbeda, lebih mengandalkan transisi. Namun, kami juga ingin menguasai bola agar mereka kesulitan mengembangkan permainan," papar Kounde.
BACA JUGA:Prancis vs Maroko 2-0, Les Blues Jaga Asa Tembus Final Piala Dunia Ketiga Beruntun
BACA JUGA:Rating Pemain Prancis vs Paraguay: Mbappe Jadi Pembeda, Upamecano Tampil Kokoh
Bek berusia 27 tahun itu menambahkan bahwa membiarkan Spanyol terus menguasai bola hanya akan menguras tenaga lawan dan membuka banyak ruang.
"Kalau Anda membiarkan mereka menguasai bola selama 90 menit, pada akhirnya mereka akan menemukan celah dan membuat lawannya kelelahan," tambahnya.
Semifinal Piala Dunia 2026 diprediksi berlangsung ketat karena mempertemukan dua tim unggulan juara. Keduanya juga sama-sama sudah pernah meraih gelar sebelumnya.
Spanyol datang dengan modal kemenangan beruntun di fase gugur turnamen besar, sedangkan Prancis bertekad membalas dua kekalahan terakhir mereka dari La Roja sekaligus mengamankan tiket ke final Piala Dunia 2026. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: berbagai sumber