Suami Gorok Mati Istri di Tamalate, Makassar: Nganggur pun Selingkuh

Suami Gorok Mati Istri di Tamalate, Makassar: Nganggur pun Selingkuh

ILUSTRASI Suami Gorok Mati Istri di Tamalate, Makassar: Nganggur pun Selingkuh.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-

Itu adalah kualitas penting untuk menavigasi hubungan interpersonal.

Dibandingkan dengan teman sebaya mereka, remaja yang menghadapi tingkat kesulitan dan ancaman kemiskinan, rasisme, dan ketidakadilan struktural lainnya yang tidak proporsional berisiko lebih besar mengalami stres toksik. 

Perubahan tubuh itu dapat membuat anak-anak rentan terhadap PTSD, depresi, dan penyalahgunaan alkohol atau narkoba di kemudian hari, yang merupakan beberapa faktor risiko paling umum menjadikannya pelaku KDRT, kelak. 

Sebuah studi menemukan bahwa hampir sepertiga pria dalam program intervensi KDRT melaporkan tingkat PTSD klinis.

Di kasus pembunuhan Alda, polisi tidak meneliti latar belakang penyebab Suharmin membunuh Alda. Sebab, fokus polisi tidak di situ, melainkan penyidikan perkara hukum. Satu-satunya data pada pelaku, ia pengangguran.

Tidak terpublikasi, sejak kapan Suharmin menganggur dan mengapa? Mungkin ia pernah bekerja, kemudian kehilangan pekerjaan. Kecil kemungkinan ia menganggur sejak sebelum menikah. 

Dengan kondisi pasutri itu, menakutkan bagi masyarakat. Para suami yang kehilangan pekerjaan atau bisnisnya bangkrut takut bakal jadi pelaku KDRT. Setidaknya, kondisi suami kehilangan pekerjaan adalah masa kritis dalam rumah tangga.

Namun, berdasar teori Voith, pelaku KDRT tidak cuma berbasis kondisi saat ini pelaku. Terapi, juga terkait dengan masa kanak-kanak mereka dulu. Maka, penting bagi ortu untuk merawat mendidik anak-anak mereka dengan benar. Agar anak-anak kelak tidak jadi pelaku. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: