Suami Gorok Mati Istri di Tamalate, Makassar: Nganggur pun Selingkuh
ILUSTRASI Suami Gorok Mati Istri di Tamalate, Makassar: Nganggur pun Selingkuh.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-
Muzakkar: ”Minggu malam (14 Juni 2026) saya dilapori warga, ada pembunuhan. Saya langsung berkoordinasi dengan ketua RW menuju lokasi kejadian. Saat kami tiba di rumah kos itu, korban sudah tergeletak di lantai tidak bergerak. Terus, kami lapor polisi.”
Bagaimana dengan anak mereka?
Muzakkar: ”Ya, setelah kejadian, pelaku menggendong anaknya. Kata orang-orang, anak itu dititipkan ke orang tua pelaku. Kemudian, pelaku ditangkap polisi di rumah orang tuanya.”
Dari konstruksi perkara tersebut, tampak jelas bahwa KDRT yang berakhir pembunuhan itu terjadi pada keluarga muda yang sangat rapuh. Suami menganggur, istri bekerja. Apalagi, diduga si suami selingkuh. Berakhir dengan pembunuhan sadis.
Dikutip dari Australian Institute of Criminology, 4 Maret 2026, berjudul Key issues in domestic violence, karya duo ilmuwan Anthony Morgan dan Hannah Chadwick, dipaparkan tentang itu.
BACA JUGA:Diungkap, Motif Suami Bunuh Istri di Banyuwangi: Pelaku Takut Kehilangan
BACA JUGA:Suami Bunuh Istri di Banyuwangi Menyerah ke Polisi: Femisida Masih Mengejutkan
Dalam karya tersebut dijelaskan, berbagai faktor situasional, meskipun bukan penyebab langsung, dapat meningkatkan risiko KDRT.
Beberapa faktor tersebut meliputi masalah keluarga atau hubungan, masalah keuangan atau pengangguran, dan peristiwa atau keadaan yang menimbulkan stres, seperti kematian anggota keluarga.
Minuman beralkohol merupakan faktor risiko signifikan untuk KDRT. Penelitian menunjukkan bahwa perempuan yang pasangannya sering mengonsumsi alkohol secara berlebihan lebih mungkin mengalami kekerasan.
Keterlibatan alkohol dalam KDRT merupakan masalah yang lebih besar lagi di kalangan masyarakat adat.
Risiko seseorang dari masyarakat adat menjadi korban kekerasan yang meningkat seiring penggunaan alkohol berisiko tinggi. Apalagi, dengan latar belakang konflik yang sudah lama ada.
BACA JUGA:Suami Istri Saling Cemburu, Suami Bunuh Istri: Gegara Telepon HP
BACA JUGA:Suami Bunuh Istri di Kebon Jeruk, Jakarta: Efek Krisis Setengah Baya
Namun, tidak semua konsumen alkohol menjadi pelaku kekerasan. Salah satu penjelasan mengenai peran alkohol dalam kekerasan dalam rumah tangga adalah konsumsi alkohol dapat memfasilitasi peningkatan insiden dari kekerasan verbal menjadi kekerasan fisik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: