Petani Hutan Tesso Nilo: Raksasa Lembut yang Mencuri Hati
PENULIS bersama salah satu gajah di kamp Elephants Flying Squad (EFS) Tesso Nilo, Pekanbaru, Riau.-Dok. Pribadi-
Saya kemudian bersenandung kecil dengan meminjam nada lagu anak-anak Naik-Naik ke Puncak Gunung: ”Kiri kanan kulihat banyak sawit tua dan muda, haha”.
Selamanya kumpulan tanaman kelapa sawit akan tetap disebut kebun, bukan hutan. Hutan sejati adalah Tesso Nilo, rumah bagi keanekaragaman hayati yang kaya. Rumah bagi gajah Sumatera, petani hutan berhati lembut dengan ingatan yang kuat. (*)
*) Mardhayu Wulan Sari adalah staf pengajar di Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Airlangga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: