Jangan Pandang Sekolah Swasta dengan Sebelah Mata

Jangan Pandang Sekolah Swasta dengan Sebelah Mata

ILUSTRASI Jangan Pandang Sekolah Swasta dengan Sebelah Mata.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-

SAAT musim pendaftaran murid baru atau yang saat ini lebih populer dengan nama sistem penerimaan murid baru (SPMB) telah tiba, gegap gempita pun menggema. Saat ini di Kota Surabaya sebenarnya Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 telah usai. Meski demikian, ternyata masih banyak anak yang belum mendapatkan bangku sekolah karena mereka belum diterima di sekolah pilihannya. 

Hal itu terjadi karena banyak anak yang berkeinginan  dapat diterima di sekolah negeri di Surabaya. Mengapa sekolah negeri menjadi pilihan utama? Sebab, masih banyak orang tua yang beranggapan bahwa kualitas sekolah negeri dinilai  lebih baik, lebih unggul, dan fasilitasnya lebih lengkap.

Berdasar pengamatan penulis, beberapa minggu terkahir ini animo wali murid Surabaya yang mendaftarkan anak mereka ke sekolah negeri sangat tinggi. Mereka semua berupaya agar anaknya dapat diterima di sekolah negeri. 

Sayang, bangku yang tersedia di sekolah negeri tidak sebanding dengan jumlah siswa yang memburunya.  Antrean yang berjibun, pendaftar yang melebihi kapasitas di sekolah negeri pun terjadi. Hal tersebut terjadi karena selama ini ada stigma bahwa sekolah negeri dinilai lebih baik daripada sekolah swasta

BACA JUGA:Peluang Lolos SMA/SMK Negeri Hanya 39 Persen, Siswa Disarankan Manfaatkan Beasiswa Sekolah Swasta

BACA JUGA:Dindik Jatim Gandeng Sekolah Swasta Beri Beasiswa bagi Siswa Tak Lolos SPMB

Sebagian kecil masyarakat kita masih beranggapan bahwa sekolah negeri merupakan satu-satunya pilihan terbaik, sedangkan sekolah swasta hanya menjadi alternatif ketika kesempatan itu tidak tercapai. Padahal, anggapan seperti itu tidak selalu benar.

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya Febrina Kusumawati beberapa hari yang lalu juga sempat menyatakan bahwa kualitas pendidikan di sekolah swasta pada dasarnya tidak kalah oleh sekolah negeri. 

Bahkan, ada sekolah swasta yang sudah penuh menerima peserta didik beberapa bulan sebelum SPMB dibuka. Itu menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap sekolah swasta juga sangat tinggi. Hal itu benar adanya. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa sekolah swasta unggul dalam fasilitas, rasio guru dan siswa yang lebih kecil, serta program akademik dan ekstrakurikuler yang lebih intensif. 

Analisis data nilai UTBK di Indonesia bahkan mengindikasikan bahwa rata-rata nilai sekolah swasta papan atas cenderung lebih tinggi dan merata jika dibandingkan dengan sekolah negeri. 

BACA JUGA:Guru ASN Boleh Mengajar di Sekolah Swasta, Sekolah Daerah 3T

Beberapa alasan sekolah swasta tidak kalah dengan sekolah negeri adalah, pertama, fasilitas sekolah dan lingkungan belajar. Tidak sedikit sekolah swasta yang berani menawarkan fasilitas pendukung yang lebih modern dan kurikulum yang lebih fleksibel. 

Misalnya, bahasa asing tambahan dan pendidikan karakter. Beberapa sekolah swasta di Surabaya memiliki gedung sembilan lantai, dengan fasilitas lift untuk naik lantai di atasnya. Bahkan, ada sekolah swasta yang memiliki kolam renang di lantai 2. 

Kedua, rekrutmen guru dan GTK-nya sangat ketat. Banyak sekolah swasta di Surabaya yang menerapkan rekrutmen guru dengan sangat ketat. Selain harus melalui tahapan tes tertulis dan praktik mengajar, sekolah swasta tersebut mensyaratkan kepada calon gurunya lulus tes psikologi.  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: