Risma dan Andreas Buka Peluang Ekspor UMKM Eks Lokalisasi Dolly

Risma dan Andreas Buka Peluang Ekspor UMKM Eks Lokalisasi Dolly

Mantan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma) dan Anggota DPR RI Andreas Eddy Susetyo (Andreas) memberi semangat pada ratusan pelaku UMKM dan Warga setempat melalui Klinik UMKM Gotong Royong di kawasan Putat Jaya yang dulu dikenal sebagai Lokalisasi D--

HARIAN DISWAY - Anggota DPR RI Andreas Eddy Susetyo mendorong pelaku UMKM Gotong Royong di kawasan Putat Jaya, eks lokalisasi Dolly, Surabaya, menembus pasar ekspor melalui penguatan produk dan pendampingan usaha, Senin, 11 Agustus 2026.

Andreas menyampaikan peluang ekspor bagi pelaku UMKM Gotong Royong sangat besar. Pernyataan itu disampaikan saat berbagi kisah sukses pelaku UMKM dalam rangkaian seminggu kegiatan Klinik UMKM Gotong Royong yang digelar di kawasan Putat Jaya.

Dukungan tersebut merespons permintaan mantan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini agar UMKM Gotong Royong juga diarahkan membantu pelaku usaha yang telah berkembang, seperti Pahlawan Ekonomi, sehingga produknya dapat naik kelas dan menjangkau pasar internasional.

"Kalau Mas Andreas bisa bantu untuk ekspor, Insya Allah nanti UMKM Gotong Royong bisa berkembang," demikian disampaikan Risma dalam sesi tanya jawab Klinik UMKM Gotong Royong, 9 Agustus 2026.

BACA JUGA:Baguna Tak Hanya Sigap Saat Bencana, Risma Gagas Posko di Tiap DPC PDIP

BACA JUGA:Sidang Gugatan Pilgub Jatim, Tim Khofifah Sebut Gugatan Tim Risma Mengada-Ada

Sementara itu, Risma menegaskan bahwa sebelum berbicara mengenai ekspor, pelaku UMKM harus memastikan pasar dalam negeri telah kuat. Menurutnya, penguatan pasar domestik menjadi pijakan penting agar usaha dapat berkembang secara berkelanjutan sebelum memperluas pemasaran ke luar negeri.

Risma mencontohkan sejumlah pelaku Pahlawan Ekonomi yang telah eksis, seperti Enceng Gondok Witrove, Selendang Semanggi, Kopi Jelly De'nil, dan Diah Cookies. Dari kawasan Putat Jaya, eks lokalisasi Dolly, terdapat Sandal Hotel atau Alas Kaki Mampu Jaya, Batik Jarak Arum, serta Sablon Indana Production yang menjadi inisiator kegiatan dan telah berkembang.

Dalam sambutannya, Andreas menegaskan posisi strategis UMKM dalam perekonomian nasional. Ia menyebut sektor tersebut menyerap sekitar 90 persen tenaga kerja Indonesia, sedangkan 65 persen pelakunya merupakan perempuan atau emak-emak.

"UMKM ini sangat penting di dalam struktur ekonomi Indonesia, karena yang menyerap tenaga kerja itu ada 90 persennya. Jadi sebetulnya Indonesia ini sangat tergantung dari pelaku UMKM," ujar Andreas.

BACA JUGA:Risma Tak Pantau Quick Count, Fokus pada Langkah Konkrit Jika Terpilih

BACA JUGA:Risma Nyoblos di TPS 016 Jajar Tunggal, Warga Antusias Ikut Menyemarakkan Pilkada 2024

Ia menambahkan, keberlanjutan usaha pelaku UMKM eks Dolly menjadi perhatian Klinik UMKM Gotong Royong yang bekerja sama dengan Dinas Koperasi UMKM Perdagangan Kota Surabaya. Pendampingan mencakup pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), hak kekayaan intelektual (HAKI), produksi, pemasaran daring, hingga pengelolaan keuangan usaha.

Program tersebut juga dilengkapi aplikasi UMKM Gotong Royong sebagai sarana pendampingan yang aktif dan responsif. Melalui skema ini, pelaku usaha tidak hanya diarahkan meningkatkan kemampuan produksi, tetapi juga memperkuat pemasaran dan pengelolaan usaha.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: