Risma dan Andreas Buka Peluang Ekspor UMKM Eks Lokalisasi Dolly

Risma dan Andreas Buka Peluang Ekspor UMKM Eks Lokalisasi Dolly

Mantan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma) dan Anggota DPR RI Andreas Eddy Susetyo (Andreas) memberi semangat pada ratusan pelaku UMKM dan Warga setempat melalui Klinik UMKM Gotong Royong di kawasan Putat Jaya yang dulu dikenal sebagai Lokalisasi D--

Dalam sesi tanya jawab, peserta menanyakan cara mengenalkan produk UMKM kepada instansi dan lembaga yang lebih luas, termasuk sekolah. Peserta lainnya meminta pelatihan khusus pemasaran digital karena pendampingan yang diterima selama ini dinilai lebih banyak berfokus pada sisi produksi.

Ada pula peserta yang menanyakan strategi agar produk dapat menjadi pemenang di pasar tanpa harus terjebak dalam perang harga yang berpotensi mematikan usaha. Menanggapi hal tersebut, Risma meminta pelaku UMKM tidak bergantung pada pendekatan melalui instansi atau dinas semata.

Menurut Risma, keberhasilan pemasaran sangat bergantung pada kekuatan produk dan kesiapan pelaku usaha menjangkau pasar yang lebih luas, termasuk melalui penjualan daring. Ia mencontohkan pengalamannya menggandeng platform digital global untuk membantu pelaku UMKM Surabaya berjualan secara online sejak program Pahlawan Ekonomi digagas.

Pelatihan lanjutan mengenai pemasaran digital, kemasan, dan branding akan menjadi bagian dari pendampingan berkelanjutan bagi peserta Workshop UMKM Gotong Royong. Pendekatan tersebut diharapkan memperkuat kemampuan pelaku usaha dalam membangun produk yang memiliki daya saing.

Rangkaian Workshop dan Bazaar Kemerdekaan di Kampung Dolly diwujudkan melalui pelatihan selama sepekan. Untuk kategori craft, peserta mendapatkan pelatihan pembuatan dompet, rompi, dan alas kaki yang selanjutnya diarahkan untuk dipasarkan melalui bazar, sentra UMKM Pemerintah Kota Surabaya, serta jaringan hotel yang peduli.

Sementara kategori food mencakup pelatihan pembuatan nasi kotak, masakan Korea, dim sum, dan aneka minuman. Setelah dipasarkan secara langsung melalui Bazaar Kemerdekaan, produk tersebut diupayakan masuk ke Sentra Wisata Kuliner Pemerintah Kota Surabaya serta diperluas melalui aplikasi dan penjualan digital.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan Bazaar Kemerdekaan UMKM Gotong Royong pada 9 Agustus 2026 yang diikuti ratusan pelaku UMKM dan warga setempat. Melalui agenda tersebut, kawasan Putat Jaya yang dahulu dikenal sebagai lokalisasi Dolly diharapkan terus bertransformasi menjadi kawasan ekonomi kreatif yang mandiri dengan produk unggulan yang mampu bersaing di pasar lokal, nasional, hingga ekspor. (*)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: