Mengapa Terduga Pembunuh ASN Pemkab Bangkalan Sulit Ditangkap?: Polisi Ungkap Begini…
ILUSTRASI Mengapa Terduga Pembunuh ASN Pemkab Bangkalan Sulit Ditangkap?: Polisi Ungkap Begini…-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-
Hampir sebulan kasus pembunuhan ASN Pemkab Bangkalan Ruly Yunis Setiawati, 50, belum terungkap. Namun, polisi menambah wacana. ”Terduga pelaku E (Erlan, Red) diduga memang penipu modus cinta. Para korban mulai lapor ke kami,” kata polisi.
KORBAN-KORBAN Erlan, menurut polisi, berani lapor polisi karena dua hal. Pertama, pemberitaan media massa dan medsos berskala besar dan terus-menerus. Kedua, perburuan polisi terhadap Erlan membuat polisi dapat info baru tentang Erlan.
Kepala Tim (Katim) Opsnal Unit III Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim Aipda Sigit Dwi Susanto kepada wartawan, Rabu, 15 Juli 2026, menceritakan, tim polisi menyebar ke berbagai kota untuk memburu Erlan.
Hasilnya, beberapa alamat yang didatangi polisi memang pernah ditempati Erlan. Namun, si buron sudah meloncat ke tempat lain. Begitu terus. Berkali-kali. Erlan tak pernah lama di suatu tempat, sejak ia buron. Paling, satu-dua hari ia sudah pindah.
BACA JUGA:Buron Pembunuh ASN Pemkab Bangkalan di Bandara Juanda: Kontradiksi Polisi
BACA JUGA:Sayembara Memburu Terduga Pembunuh ASN Pemkab Bangkalan: Oh… Love Scamming
Berarti, ada orang-orang yang menampung atau melindungi Erlan dari kejaran polisi. Sebab, semula mereka tidak tahu bahwa Erlan diburu polisi.
Sigit: ”Hampir semua yang kami samperin itu ternyata korban. Termasuk yang kemarin mengunggah ke medsos, video ia dalam mobil berangkat ke Bali itu, ternyata videonya berasal dari perempuan yang ditipu.”
Dengan begitu, disimpulkan polisi, Erlan memang penipu modus cinta. Korbannya para perempuan yang kira-kira berduit. Baik janda maupun bersuami. Perkenalan lewat aplikasi kencan atau medsos.
Setelah masa berkenalan dianggap Erlan cukup, mereka janjian bertemu tatap muka. Saat itulah aneka cara penipuan dimulai.
Sigit: ”Modus operandinya konstan seperti itu. Ada beberapa korban yang mulai berani melapor ke kami. Mungkin juga akibat gencarnya publikasi di media massa dan medsos.”
BACA JUGA:Kasus Pembunuhan ASN Pemkab Bangkalan di Bandara Juanda: Terduga Pelaku Lari
BACA JUGA:Polda Jatim Kerahkan Tim Buru Terduga Pembunuh Sekretaris Dinas PRKP Bangkalan
Persoalannya, hingga kini Polda Jatim belum mengumumkan bahwa Erlan masuk DPO (daftar pencarian orang) alias buron. Sebab, Erlan belum memenuhi syarat masuk DPO.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: