Kolaborasi Telkomsel dan Pemkab Nganjuk Akhiri Blank Spot di Dua Desa
Telkomsel bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk dan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Nganjuk berhasil menghadirkan akses telekomunikasi di dua wilayah yang sebelumnya mengalami blank spot, yakni Desa Bajang, Kecamatan Ngluyu-Humas Telkomsel-
HARIAN DISWAY - Telkomsel bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk dan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Nganjuk berhasil menghadirkan akses telekomunikasi di dua wilayah yang sebelumnya mengalami blank spot, yakni Desa Bajang, Kecamatan Ngluyu, dan Desa Sumbermiri, Kecamatan Loceret.
Sejak akhir Juni 2026, masyarakat di kedua desa tersebut telah menikmati layanan jaringan Telkomsel dengan kualitas sinyal yang lebih optimal. Kehadiran jaringan telekomunikasi itu menjadi bagian dari upaya pemerataan akses digital di wilayah pedesaan.
Sebelumnya, Desa Bajang dan Desa Sumbermiri tidak memiliki akses jaringan seluler sehingga masyarakat mengalami keterbatasan dalam berkomunikasi maupun mengakses layanan digital. Untuk mengatasi kondisi tersebut, Telkomsel berkolaborasi dengan pemerintah desa yang menyediakan aliran listrik, sementara Diskominfo Kabupaten Nganjuk mendukung penyediaan infrastruktur fiber optik beserta tiangnya.
Manager Network Operations and Productivity Telkomsel Madiun, Dortje Balik, mengatakan pembangunan jaringan tersebut merupakan bentuk komitmen Telkomsel dalam menghadirkan layanan telekomunikasi yang merata melalui sinergi dengan pemerintah daerah.
BACA JUGA:Telkomsel Rayakan HUT ke-31, Tegaskan Komitmen “Melayani Sepenuh Hati” di Era AI
BACA JUGA:Awalnya Ingin Dapat iPhone, Warga Pasuruan Malah Bawa Pulang Mobil dari Telkomsel
"Pembangunan jaringan ini merupakan wujud nyata komitmen Telkomsel dalam menghadirkan pemerataan akses broadband di wilayah blank spot melalui kolaborasi dengan pemerintah setempat. Dari sisi jaringan, kami menginstalasi perangkat FEMTO yang digunakan sebagai pemancar sinyal," ujar Dortje Balik.
Ia menjelaskan, perangkat FEMTO dipilih karena dinilai lebih efisien untuk menjangkau wilayah pedesaan yang belum memiliki jaringan telekomunikasi. Selain memiliki ukuran yang lebih ringkas, teknologi tersebut juga dapat diimplementasikan lebih cepat dibandingkan pembangunan menara makro (macro tower) konvensional.
"Dari spesifikasi, FEMTO memiliki dimensi yang lebih ringkas dan dapat diaplikasikan dengan mudah," tambahnya.
Tak hanya menghadirkan jaringan, Telkomsel juga membagikan kartu perdana dan perangkat Telkomsel Orbit kepada masyarakat agar layanan internet dapat langsung dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan komunikasi maupun aktivitas digital.

Akses telekomunikasi melalui kolaborasi Telkomsel, Pemkab, dan Diskominfo sehingga dua desa di Nganjuk yang sebelumnya blank spot kini menikmati layanan seluler.-Humas Telkomsel-
Menurut Dortje, keberhasilan menghadirkan sinyal di dua desa tersebut merupakan hasil kolaborasi erat antara Telkomsel, pemerintah desa, dan Diskominfo Kabupaten Nganjuk.
"Keberhasilan ini tidak lepas dari kolaborasi luar biasa dengan perangkat desa dan Kominfo. Ini adalah bukti bahwa dengan sinergi, tantangan infrastruktur bisa kita atasi bersama. Kami berharap kehadiran jaringan Telkomsel ini dapat meningkatkan perekonomian, memperluas pasar UMKM desa, dan tentunya memastikan anak-anak kita bisa belajar dengan lebih baik tanpa takut tertinggal informasi," katanya.
Kehadiran jaringan telekomunikasi di Desa Bajang dan Desa Sumbermiri diharapkan mampu mempercepat transformasi digital di Kabupaten Nganjuk. Selain mendukung aktivitas komunikasi masyarakat, akses internet yang lebih baik juga diharapkan membuka peluang pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), meningkatkan kualitas layanan publik, serta memperluas akses pendidikan berbasis digital bagi pelajar di wilayah tersebut. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: