Nasionalisme Itu Bola
ILUSTRASI Nasionalisme Itu Bola.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-
Piala Dunia melakukan semua itu melalui sesuatu yang tampak sederhana: sebuah pertandingan sepak bola.
Mungkin karena itulah sepak bola selalu lebih besar daripada olahraga itu sendiri. Di lapangan hijau, kita memang menyaksikan sebelas pemain melawan sebelas pemain.
Namun, di baliknya, kita juga menyaksikan perjalanan panjang nasionalisme modern; dari lahirnya negara-bangsa pada abad ke-19 hingga transformasinya di era globalisasi digital saat ini.
Dan, jika Benedict Anderson benar bahwa bangsa hidup dalam imajinasi kolektif, Piala Dunia adalah salah satu panggung terbesar tempat imajinasi itu terus diperbarui, dipertandingkan, dan dirayakan.
Karena itu, nasionalisme tidak mati di era globalisasi.
Ia hanya menemukan cara baru untuk bergulir.
Seperti sebuah bola di atas rumput hijau. (*)
*) Eko Ernada adalah dosen hubungan internasional di Universitas Jember dan penulis buku Nasionalisme dan Etnopolitik dalam Hubungan Internasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: