Mengikis Mental Korup dan Suka Menerabas
ILUSTRASI Mengikis Mental Korup dan Suka Menerabas.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-
MENTAL korup dan suka menerabas telah menjadi mental yang merusak sendi-sendi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Lihatlah perilaku pimpinan daerah yang tidak malu mempertontonkan mental korup dan suka menerabas. Sepanjang tahun 2026, telah puluhan bupati, wali kota, dan gubernur yang di-OTT KPK.
Publik juga digegerkan oleh perilaku elite eksekutif yang bermental korup dan suka menerabas. Pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) yang korupsi berjamaah ditangkap kejaksaan, anggota kabinet kena OTT KPK, dan yang paling gres dan menggemparkan adalah ditersangkakanya elite yudikatif jampidsus.
Pascareformasi, dalam catatan KPK, lebih dari 30 persen pimpinan daerah terjerat korupsi. Semua fakta tersebut menggambarkan betapa bangsa ini telah terjangkiti penyakit kronis seperti kanker, yakni mental korup dan suka menerabas.
Sebagaimana disampaikan antropolog tersohor, Koentjaraningrat (2000), ada lima kelemahan mentalitas masyarakat Indonesia yang menjadi penghambat utama atau perusak proses pembangunan. Kelima mental perusak pembangunan tersebut adalah sifat meremehkan mutu, sifat suka menerabas (jalan pintas), kurangnya rasa percaya diri, sifat tidak disiplin, dan sifat tidak bertanggung jawab.
BACA JUGA:Entropi Demokrasi: Korupsi Merajalela, Bangsa Sedang Dikebiri
BACA JUGA:Ketika Pajak Mencekik Membaca Krisis Demokrasi dan Korupsi lewat Kacamata Ibnu Khaldun
Mental korup dan suka menerabas telah menimbulkan dampak yang sangat serius bagi pembangunan bangsa. Perilaku suka menerabas dan tidak disiplin dalam banyak hal telah merenggut nyawa orang-orang yang tidak berdosa.
Korban laka lantas berjatuhan karena perilaku suka menerabas dan tidak disiplin. Bencana di Sumatera yang berdampak luar biasa juga akibat perilaku korup, suka menerabas, dan tidak bertanggung jawab.
Ribuan triliun kerugian negara dan rakyat Indonesia akibat perilaku korup, suka menerabas, dan tidak bertanggung jawab. Pendek kata, bangsa ini menghadapi persoalan sangat serius, yakni mental korup dan suka menerabas.
SDM yang belum berdaya saing tinggi, disertai mental korup dan suka menerabas, menjadi beban berat menuju Indonesia Emas 2045. Kalau tidak ada solusi yang komprehensif dan akseleratif, hampir dapat dipastikan cita-cita menuju Indonesia Emas 2045 sulit terwujud.
BACA JUGA:Kita Membutuhkan Atlas Korupsi Indonesia: Untuk Membaca Kasus, Membongkar Pola, Memperbaiki Sistem
BACA JUGA:Korupsi Kaum Terpelajar dan Nasihat Buya Syafii
Butuh Komitmen Bersama
Penyakit kronis (mental korup dan suka menerabas) seperti kanker memang sangat sulit disembuhkan. Dibutuhkan komitmen dan upaya sistemik berkelanjutan. Tidak bisa diatasi setengah-setengah, apalagi kalau hanya bernuansa politis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: