Red Bull Copot Sayap Belakang Kontroversial Jelang GP Belgia, Ini Alasannya
Penampakan sayap belakang berputar ala "Macarena" di Mobil Red Bull milik Max Verstappen (3) --Twitter RBR Hub @RBRHub
HARIAN DISWAY- Di tengah ketatnya persaingan jet darat musim ini, Red Bull terpaksa mengambil langkah mundur jelang GP Belgia akhir pekan ini. Mereka mencopot inovasi sayap belakang ala "Macarena" akibat intervensi keselamatan dari FIA.
Langkah darurat itu memicu sorotan tajam di paddock. Terlebih setelah sang rival utama, Ferrari, justru tampil percaya diri dan mengklaim desain serupa milik mereka sepenuhnya aman tanpa kendala setelah diuji sejauh 10.000 kilometer.
Pelepasan komponen sayap belakang diambil menyusul kecelakaan yang dialami Max Verstappen di GP Inggris, serta kendala pada sesi kualifikasi di GP Austria. Keduanya diduga kuat dipicu oleh masalah mekanis pada komponen tersebut.
Saat itu, FIA meminta jaminan keselamatan terkait sistem mekanis sayap belakang mereka. Di sisi lain, sang rival, Ferrari, memastikan bahwa tidak ada masalah keselamatan sistemik pada desain sayap serupa milik mereka.
BACA JUGA:Rumor Max Verstappen Gabung McLaren Memanas, Raymond Vermeulen Akhirnya Angkat Bicara
BACA JUGA:Kualifikasi F1 GP Belgia Diprediksi Badai, Pembalap Mulai Cemas Berbuntut Bencana!
Direktur Teknis Red Bull, Pierre Wache, mengonfirmasi bahwa rentetan insiden sebelumnya bersumber dari masalah mekanis pada desain sayap tersebut.
Saat ini, upaya perbaikan sedang dikebut di markas tim, Milton Keynes, demi memastikan masalah serupa tidak terulang kembali di masa depan.

Penampakan sayap belakang berputar --Twitter Lucho Yoma @LucianoYoma
"Ini adalah masalah mekanis yang kami temukan setelah kecelakaan di Silverstone," ungkap Pierre Wache di paddock Sirkuit Spa-Francorchamps setelah sesi latihan bebas pada Jumat malam, 17 Juli 2026.
Wache menambahkan, pihaknya menaruh harapan tinggi agar pembaruan desain dan sistem mekanis sayap belakang ini bisa siap tepat waktu untuk dipasang pada seri berikutnya di Hungaroring, 24-26 Juli mendatang.
BACA JUGA:F1 GP Belgia 2026: Ferrari Siapkan Strategi Rahasia demi Jegal Mercedes W17
BACA JUGA:Perang Catur F1 2026: Upgrade Salah Sedikit, Rp3,8 Triliun Melayang!
"Kami sedang memperbaikinya. Kami ingin memastikan komponen ini benar-benar tangguh (bulletproof) sebelum dipasang kembali, dan mobil tersebut harus siap untuk Budapest (GP Hungaria)," tegas Wache.
Meski enggan merinci secara spesifik penyebab kegagalan fungsi di Red Bull Ring dan Silverstone, Wache menegaskan bahwa Red Bull tidak akan menggunakan sayap tersebut sampai mereka benar-benar yakin akan keamanannya.
Ia hanya membocorkan bahwa beberapa elemen sayap, yang kemungkinan besar terkait dengan mekanisme aktivasi, kini dibuat "lebih kuat".
Hasil diskusi antara Red Bull dan FIA juga menyatakan bahwa badan pengatur tersebut telah puas dengan rencana mitigasi yang berfokus pada keselamatan balapan.
BACA JUGA:Honda Bawa Upgrade Mesin Aston Martin, Fernando Alonso Berpeluang Bangkit di GP Belanda
BACA JUGA:Jadwal F1 2026 Berantakan: GP Bahrain Terancam Batal karena Masalah Keamanan
"Kami telah membuktikan kepada FIA apa yang sudah kami lakukan. Saya pikir sekarang giliran kami untuk jauh lebih berhati-hati. Kami tidak ingin mengambil risiko apa pun dan ingin yakin 100 persen," lanjut Wache.
Ferrari: Tidak Ada Masalah dalam 10.000 Km
Sementara Red Bull memilih absen menggunakan sayap ala "Macarena" di GP Belgia, Ferrari justru percaya diri mempertahankan desain tersebut. Hingga saat ini, Jet Darat milik tim berlogo kuda jingkrak itu memang belum menunjukkan kendala berarti.
FIA sempat turun tangan untuk memeriksa ketahanan konsep tersebut. Namun, Prinsipal Tim Ferrari Fred Vasseur menegaskan bahwa timnya sama sekali tidak ragu.
Menurutnya, mekanisme yang diterapkan Ferrari bekerja dengan cara yang sedikit berbeda dari milik Red Bull. "Konsepnya tidak sama karena cara rotasinya berbeda. Kami tidak mengalami masalah apa pun," ujar Fred Vasseur.
BACA JUGA:Era Baru Formula 1 Bikin Peluang BYD Kian Terbuka, Akankah Segera Bergabung?
BACA JUGA:Setahun Setelah Christian Horner Dipecat, Red Bull Racing Tak Lagi Sama
Pada awalnya, Vasseur menjelaskan, mereka memang agak lambat untuk membuat komponen itu berfungsi secara optimal. Itulah mengapa mereka tidak menggunakan sayap tersebut di dua atau tiga balapan pertama.
"Kami baru memasangnya setelah balapan keempat. Sejauh ini, kami telah menempuh 10.000 km tanpa ada kendala sedikit pun," yakinnya.
Kasus itu menjadi bukti nyata bahwa meski sebuah inovasi memiliki basis konsep yang sama, paket desain aerodinamika dari setiap pabrikan yang melekat pada mobil tetaplah sebuah kesatuan yang unik.
Penambahan sayap belakang berputar, sekalipun menggunakan sistem mekanis yang berbeda, akan sangat memengaruhi perilaku paket aerodinamika mobil secara keseluruhan. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: berbagai sumber