Spanyol vs Argentina, De La Fuente Janji Tak Man-Marking Messi
Tolak terapkan strategi man-marking untuk Lionel Messi di final, Luis de la Fuente lebih pilih fokus pada organisasi permainan kolektif Spanyol.-Michael Zemanek-Shutterstock
Saat ditanya apakah Lamine Yamal merupakan sosok yang paling mendekati Messi di sepak bola saat ini, De la Fuente menolak membandingkan keduanya. Menurutnya, Messi adalah pemain yang tak bisa disalin oleh siapa pun.
"Lamine harus menjadi Lamine," kata De la Fuente. "Messi tidak akan pernah bisa diulang. Dia pemain yang luar biasa dan menjadi contoh bagi generasi muda lewat sikap, perilaku, serta performanya di Piala Dunia ini," jelasnya.
Ogah Sebut Laga Hidup Mati

Sukses bungkam Prancis 2-0, Luis de la Fuente sebut skuad Spanyol yang sedang dalam kepercayaan diri tinggi kini berstatus tim terbaik dunia.--@Sefutbol-X
De la Fuente juga membantah anggapan bahwa Argentina identik dengan permainan keras atau kerap menggunakan cara-cara licik untuk meraih kemenangan.
Baginya, tim asuhan Lionel Scaloni justru pantas mendapat respek atas dominasi mereka di sepak bola internasional dalam beberapa tahun terakhir.
BACA JUGA:Spanyol Singkirkan Prancis, De La Fuente Singgung Proyek 4 Tahun
BACA JUGA:Madrid Berpesta! Warga Spanyol Optimistis Lamine Yamal dkk Ulang Prestasi 2010
Pelatih berusia 65 tahun itu mengingatkan bahwa Argentina sukses menjuarai Copa América 2021, Piala Dunia 2022, Copa América 2024, dan Finalissima. Menurutnya, catatan tersebut merupakan pencapaian yang luar biasa.
"Saya hanya punya satu kata untuk mereka, yaitu kekaguman. Saya sangat menghormati tim ini dan juga Lionel Scaloni, yang merupakan teman saya. Kami semua akan menggunakan senjata sepak bola kami masing-masing," ucap sang pelatih.
Luis De la Fuente juga tidak sepakat jika final Piala Dunia disebut sebagai pertandingan "hidup atau mati". Ia lebih memilih menikmati kesempatan langka membawa Spanyol tampil di partai puncak.
"Yang terpenting adalah kami berada di posisi untuk memenangkannya," katanya.
"Mari menikmati pertandingan ini dan memainkan sepak bola kami. Jika saya bisa bermain di final Piala Dunia setiap tahun, meski harus kalah, saya akan langsung menerimanya," pungkas De la Fuente. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: the guardian