Halftime Show Final Piala Dunia 2026 Superseru, BTS dan Justin Bieber Puaskan Fans

Halftime Show Final Piala Dunia 2026 Superseru, BTS dan Justin Bieber Puaskan Fans

Halftime show final Piala Dunia 2026 meriah, BTS dan Justin Bieber puaskan fans. Foto: BTS tampil membawakan Dynamite di Metlife Stadium, New York, 20 Juli 2026. -Carl Recine-AFP

BACA JUGA:FIFA Pertimbangkan Piala Dunia 64 Tim, Infantino: Semua Negara Berhak Bermimpi!

Spektakuler, tetapi Tak Lepas dari Pro dan Kontra


Ukir sejarah di final 2026, FIFA usung pertunjukan halftime show megah ala Super Bowl yang diramaikan deretan musisi papan atas dunia.--AFP

Meski berhasil menyita perhatian jutaan penonton di seluruh dunia, halftime show final Piala Dunia 2026 memunculkan beragam reaksi. Banyak pihak memuji kualitas produksi yang dinilai setara dengan Super Bowl.

Tata panggung, koreografi, tata cahaya, hingga transisi antarpenampil mendapat apresiasi karena berlangsung mulus tanpa mengganggu jalannya pertandingan.

Sejumlah media internasional menyebut FIFA berhasil menciptakan tontonan yang mampu menarik penonton di luar penggemar sepak bola. Kehadiran musisi lintas genre juga dianggap memperluas jangkauan audiens Piala Dunia kepada generasi muda.

Namun, tidak sedikit pula kritik yang bermunculan. Sebagian penggemar menilai konsep tersebut terlalu mengadopsi budaya olahraga Amerika Serikat. Sehingga mengurangi identitas tradisional sepak bola internasional.

BACA JUGA:Hydration Break Piala Dunia 2026 Tuai Kritik, Infantino Buka Suara

BACA JUGA:Kenapa Jude Bellingham Lolos Kartu Merah? Ini Penjelasan FIFA Soal Aturan Tutup Mulut


Diproduksi Global Citizen dan Chris Martin, jeda final Spanyol vs Argentina disulap jadi panggung hiburan spektakuler berskala global.--Reuters

Kekhawatiran lain muncul terkait durasi jeda yang lebih panjang. Hal itu dinilai dapat memengaruhi kondisi fisik pemain, ritme pertandingan, hingga strategi pelatih di ruang ganti.

Meski demikian, FIFA tampaknya melihat halftime show sebagai bagian dari evolusi penyelenggaraan Piala Dunia. Jika respons komersial dan jumlah penonton menunjukkan hasil positif, bukan tidak mungkin konsep serupa akan kembali diterapkan. 

Hal itu sekaligus menandai perubahan besar. Bahwa final Piala Dunia kini tak hanya menjadi panggung perebutan trofi. Tapi juga pertunjukan hiburan global yang menyatukan olahraga, musik, dan pesan kemanusiaan dalam satu acara. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: berbagai sumber